Pada tempat ketiga penyakit pergerakan berupa sikap tidak ambil pusing terhadap soal-soal yang tidak menyangkut diri sendiri. Menganggap lebih baik tidak banyak bicara sekalipun tahu betul apa yang salah, berlaku cerdik untuk cari selamat dan hanya berusaha untuk tidak berbuat salah.
Kemudian, pada tempat ke empat yaitu tidak menurut perintah melainkan menomorsatukan pendapatnya sendiri. Selalu menuntut perlakuan khusus dari organisasi, tetapi menolak disiplin organisasi.
Sementara aktivitas tidak berjuang dan berdebat menentang pendapat yang tidak tepat untuk persatuan, untuk kemajuan, atau penyempurnaan pekerjaan. Melainkan melakukan serangan pribadi mencari-cari pertengkaran, melampiaskan dendam pribadi atau bermaksud membalas dendam termasuk penyakit pergerakan. Penyakit ini masuk daftar ke lima.
Masa Bodoh Juga Penyakit
Mendengar pendapat yang tidak tepat, lalu tidak membantahnya. Bahkan mendengar omongan kaum kontra revolusioner pun tidak melaporkannya melainkan bersifat masa bodoh seolah-olah tidak terjadi apa-apa, masuk penyakit yang ke enam.
Penyakit ke tujuh dari pergerakan yaitu ketika berada di kalangan massa tetapi tidak berpropaganda, tidak beragitasi, tidak berpidato, tidak melakukan penyelidikan. selain itu juga tidak bertanya, tidak memperhatikan suka duka mereka melainkan bersifat acuh tak acuh, lupa bahwa dia sendiri adalah seorang kaum pergerakan dan menyamakan anggota organisasi pergerakan dengan orang biasa.
Poin delapan berupa situasi melihat perbuatan yang merugikan kepentingan massa tidak merasa marah, tidak memberi nasehat, tidak mencegahnya, tidak memberi penjelasan melainkan membiarkannya saja.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel