Demikian Kardinal Suharyo, bahwa ada dua hal yang ingin ia sampaikan dalam kehidupan Menggereja. Indikator pertama adalah bahwa kita paham dan kita sadar akan panggilan kita. Salah satu tanda bahwa Roh Kudus ada di dalam diri kita kalau kita yakin bahwa kita ini dalam status hidup apapun mempunyai panggilan yang sama. Yaitu bertumbuh menuju kesempurnaan kasih, bertumbuh menuju kesempurnaan kekudusan. Itulah ajaran Gereja. Bukan pendapat saya.
Kedua, lanjutnya, tanda bahwa kita membiarkan Roh Kudus sungguh hidup di dalam diri kita, tampak juga di dalam pilihan-pilihan hidup kita. Kita bisa memilih macam macam hal dalam hidup kita. Kalau pilihan kita itu berlandaskan pada yang menyenagkan itu tanda bahwa Roh Kudus belum bekerja di dalam hidup kita. Kalau kita hanya mencari yang gampang, itu juga tanda bahwa Roh Kudus kurang kita beri waktu dan tempat untuk mempengaruhi hidup kita.
“Sebaliknya, kalau kita sedang berusaha belum tentu berhasil. Kalau kita selalu berusaha untuk memilih yang baik dan benar itu tanda yang menyakinkan bahwa kita adalah bait Allah bahwa Roh kudus sungguh ada di dalam diri kita. Memilih selalu yang baik dan benar.”
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







