Cepat, Lugas dan Berimbang

Renungan Katolik, Pribadi yang Rendah Hati

Demikian pula, pilihan dan panggilan hidup khusus sebagai imam, biarawan/ wati, tanpa Kerendahan Hati, kita akan kehilangan jati diri kita sebagai seorang yang terpanggil, sebagai seorang yang mengatakan dirinya Abdi Allah. Yesus menantang kita hari ini, untuk tidak menganggap kepintaran dan kepandaian, ilmu dan kecakapan intelektual, di atas segalanya sampai-sampai merendahkan orang lain atau menganggap diri lebih daripada orang lain.

Ukuran kepintaran dan kepandaian kita adalah sejauhmana kita berani menghargai orang lain dan selalu bersikap rendah hati, tetap mengakui dan menyadari bahwa dirinya penuh dengan kekurangan dan keterbatasan. Dengan cara ini, kita menjadikan Yesus sebagai tuan di dalam rumah hati kita. Kita berani mengakui Yesus di depan umum bukan karena pengetahuan yang kita peroleh tentang Yesus tetapi karena pengenalan dan pengalaman kita yang hidup bersama dan dengan Allah.

Mari kita kembali ke dalam komunitas dan keluarga kita. Jadilah orang hebat yang berani mengakui kehebatan orang lain dan selalu bersikap rendah hati. Tuhan memakai kita bukan karena kita hebat tetapi karena kita mau membiarkan diri kita dipakai oleh Allah. Jadilah pribadi yang rendah hati yang berani mengakui dan menyadari kelemahan dan keterbatasan di hadapan Allah dan seterusnya Allah saja yang hidup dan menghidupi panggilan kita.

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr
Paroki Santu Yusuf, Benteng Jawa

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN