Cepat, Lugas dan Berimbang

Renungan Katolik, Pribadi yang Rendah Hati

Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu. Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kalian takut, karena kalian lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga.”

Pribadi yang Rendah Hati

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS
Tuhan Yesus memanggil kita untuk menjadi alatNYA. Itu berarti, kita membiarkan seluruh hidup kita berada di dalam kuasa dan penyelenggaraanNya. Kita meninggalkan cara hidup kita yang lama. Kita meninggalkan kebiasaan kita yang buruk, ego kita dan segala sesuatu yang dapat menghalangi pemberian diri kita kepada Allah.

Tindakan ini tidaklah mudah. Oleh karena itu, kita harus berusaha dengan hidup dalam keheningan batin, agar sungguh merasakan kasih Allah dan hidup dalam semangat kerendahan hati Yesus Kristus. Kita harus berani mengakui di hadapan Allah dan sesama bahwa kita memiliki kekurangan dan membiarkan Tuhan sendiri yang mengisi kekurangan kita.

Hari ini, Yesus mengatakan kepada para muridNYA, seorang murid tidak lebih daripada gurunya, atau seorang hamba daripada tuannya. Jelas, yang Yesus maksudkan di sini adalah tentang kerendahan hati, semangat Kemuridan Yesus Kristus. Kita harus sadar dan tahu diri, posisi kita, dan siapa kita di hadapan Allah dan sesama. Pangkat dan jabatan tidak menambah sedikitpun martabat dan derajat di dalam hidup kita bila kita kehilangan keutamaan Kerendahan Hati.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN