Menjadi manusia baru berarti kita menempatkan keutamaan KRISTUS di dalam hidup dan seluruh karya kita. DarahNYA yang tertumpah di salib, telah mendamaikan kita dengan diriNYA agar kita tidak lagi tinggal dalam lembah dosa melainkan hidup baru bagi dan demi kemuliaan ALLAH. Saat ini kita tidak bisa melihat Yesus secara lahiriah, secara fisik sebagaimana yang telah dialami oleh para rasul. Tetapi itu tidak berarti bahwa kita tidak bisa melihat dan merasakan kehadiranNya. KehadiranNya dapat kita rasakan dalam setiap peristiwa kehidupan kita setiap hari. Dia selalu ada bersama kita dalam seluruh perjalanan hidup kita.
Oleh karena itu, agar kita dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita, maka kita harus membuka diri kita untuk berbenah diri, melakukan sesuatu yang baru dengan cara meninggalkan cara hidup kita yang lama. Kita tidak bisa mengabdi kepada Tuhan kalau hati kita masih kotor, kalau kita masih dibelenggu oleh manusia lama kita. bagaimana mungkin bisa rahmat Allah dapat bekerja dalam hidup kita bila kita tidak memperbaharui diri kita setiap hari?
Marilah kita kembali ke dalam keluarga dan komunitas kita masing-masing. Mari kita hidup dalam semangat kebaruan. Menjadi manusia baru dalam mengikuti Yesus, dalam dan melalui panggilan hidup kita setiap hari. Lepaskan baju lama ganti baju baru. Ganti kantong anggur yang lama dengan kantung anggur yang baru. Segala masa lalu yang kelam tanggalkan itu, lepaskan baju lama itu. Kini kita memasuki sebuah masa kebaruan, karena itu segala sesuatu harus baru, hati yang baru dipenuhi dengan cinta dan pengampunan, hati yang telah diterangi oleh Sabda Tuhan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







