Renungan Katolik, Bersatu Dalam Kehendak Allah: Belas Kasih

Bersatu Dalam Kehendak Allah: Belas Kasih!

“Belas kasih bukan hanya sekadar baik hati atau lemah lembut. Tetapi bagaimana kita benar-benar mau terlibat dalam kesedihan, kesulitan dan kepedihan hati sesama yang hadir dalam hidup kita.”

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS

Salah satu cara kita untuk mencintai dan mengikuti YESUS dengan total adalah dengan memiliki hati yang penuh BELAS KASIH. Karunia untuk mencintai dengan hati yang penuh BELAS KASIH selalu terbuka bagi kita setiap saat asalkan kita mau membuka diri sepenuhnya kepada KASSIH ALLAH. Dan, membiarkan KEKUATANNYA merasuki seluruh hidup kita. Keterbukaan dan kesiapsediaan kita untuk tenggelam dalam KASIH ALLAH, menarik kita untuk menempuh jejak Sang Guru, YESUS KRISTUS dalam mengungkapkan kasih Tuhan. Kita akan semakin dapat menjalani kehidupan dengan penuh BELAS KASIH dalam setiap peristiwa kehidupan kita di tengah keluarga, komunitas dan masyarakat.

Dengan cara ini, kita juga akan semakin menampakkan gambaran TUHAN yang penuh belas kasih ada dalam diri kita kepada sesama di sekitar kita. Inilah yang YESUS tekankan dalam kisah injil hari ini, di mana YESUS lebih mengutamakan Belas Kasih daripada ritus. Aturan, persembahan yang justru mengabaikan belas kasih ALLAH dan kasih kepada sesama.

Dengan membiarkan murid-muridNya memetik bulir-bulir gandum dan memakannya pada hari Sabat, Yesus menunjukkan betapa hidup manusia lebih berharga dan mulia daripada sebuah aturan yang justru mengabaikan cinta dan belas kasih. B’las kasih TUHAN pada injil hari ini menggugah kita untuk lebih peka pada keadaan di sekitar kita yang membutuhkan bantuan dan pertolongan dan bukan sebaliknya. Hati kita harus tergerak oleh BELAS KASIHAN ketika melihat kepedihan hati, penderitaan dan kesedihan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel