Dengan demikian, katanya, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan akademik sekaligus kepekaan sosial dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Melalui integrasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam pembelajaran, mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan mampu menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Mendorong Langkah Konkret di Setiap Program Studi
Lebih lanjut, Rektor berharap workshop tersebut tidak berhenti pada tataran diskusi dan pemahaman konseptual semata. Ia mendorong seluruh dosen untuk menerjemahkan hasil workshop ke dalam langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan dalam kegiatan akademik sehari-hari.
Implementasi tersebut dapat diwujudkan melalui penyusunan perencanaan perkuliahan yang terintegrasi, pengembangan bahan ajar berbasis hasil penelitian dan pengabdian, serta pelaksanaan pembelajaran yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan riset maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Saya berharap workshop ini tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan dalam perencanaan perkuliahan, pengembangan bahan ajar, serta pelaksanaan pembelajaran di setiap program studi,” katanya.
Menumbuhkan Budaya Akademik Transformatif
Rektor juga menekankan bahwa integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan salah satu jalan untuk membangun budaya akademik yang lebih transformatif, kolaboratif, dan berkarakter di lingkungan kampus.
Menurutnya, ketika penelitian, pengabdian, dan pembelajaran saling terhubung, kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang memiliki kepedulian sosial serta kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











