Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ferdy Ampur, menegaskan bahwa keberhasilan program pengembangan dan rehabilitasi kopi sangat bergantung pada kesiapan teknis di lapangan serta keterlibatan aktif petani.
Ia menyebutkan bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan hasil nyata bagi masyarakat.
“Kami memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari penetapan CPCL, penyediaan bibit, hingga proses penanaman dan pemeliharaan, akan didampingi secara intensif oleh penyuluh pertanian. Harapannya, produktivitas kopi masyarakat meningkat dan kualitasnya mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Ferdy Ampur.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai menyambut baik program pengembangan kopi dari pemerintah pusat.
Tahun ini, Manggarai mendapatkan alokasi kurang lebih 1.100 hektare untuk rehabilitasi dan pengembangan tanaman kopi. Pelaksanaan kegiatan di lapangan diperkirakan dimulai pada bulan Mei mendatang setelah seluruh persiapan rampung.
Untuk tahap awal, terdapat dua kelompok atau komunitas yang menjadi fokus pengembangan. Selanjutnya, program ini akan diperluas ke sejumlah kawasan yang memiliki potensi pengembangan kopi.
Pemerintah daerah juga terus mendorong sinergi antara program pemerintah dan pemberdayaan masyarakat di kawasan-kawasan tersebut, termasuk dukungan sarana dan prasarana pendukung guna memperkuat pengembangan sektor kopi.
Selain itu, pada tahun ini pemerintah daerah mendapat dukungan dari tim nasional untuk melakukan kajian terkait ketinggian wilayah dan potensi lahan. Kajian ini menjadi dasar dalam menentukan lokasi pengembangan agar sesuai dengan kondisi geografis dan mampu menghasilkan produktivitas optimal.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan