Cepat, Lugas dan Berimbang
Berita  

Rapat Tindak Lanjut Pengembangan Kawasan dan Rehabilitasi Kopi di Manggarai

Ruteng, infopertama.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai menggelar rapat tindak lanjut pengembangan kawasan kopi sekaligus rehabilitasi tanaman kopi, Kamis (16/4/2026), di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Manggarai.

Rapat ini dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, didampingi Kepala Bapperida, Livinus Vitalis Liven Turuk serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ferdy Ampur.

Sedangkan peserta rapat antara lain Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika para camat, lurah, serta kepala desa se-Kabupaten Manggarai yang sudah memiliki Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).

Dalam rapat tersebut, dibahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengembangan kawasan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Dan, program strategis nasional sekaligus upaya rehabilitasi tanaman kopi guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah, Lambertus Paput menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong keberhasilan program ini, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pendampingan kepada petani. Ia juga mengingatkan agar setiap program yang dijalankan berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan.

Sementara itu, Kepala Bapperida, Livinus Vitalis Liven Turuk menyampaikan bahwa pengembangan kawasan kopi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup aspek hilirisasi, pemasaran, dan penguatan kelembagaan petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ferdy Ampur, menegaskan bahwa keberhasilan program pengembangan dan rehabilitasi kopi sangat bergantung pada kesiapan teknis di lapangan serta keterlibatan aktif petani.

Ia menyebutkan bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar program ini tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan hasil nyata bagi masyarakat.

“Kami memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari penetapan CPCL, penyediaan bibit, hingga proses penanaman dan pemeliharaan, akan didampingi secara intensif oleh penyuluh pertanian. Harapannya, produktivitas kopi masyarakat meningkat dan kualitasnya mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Ferdy Ampur.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Manggarai menyambut baik program pengembangan kopi dari pemerintah pusat.

Tahun ini, Manggarai mendapatkan alokasi kurang lebih 1.100 hektare untuk rehabilitasi dan pengembangan tanaman kopi. Pelaksanaan kegiatan di lapangan diperkirakan dimulai pada bulan Mei mendatang setelah seluruh persiapan rampung.

Untuk tahap awal, terdapat dua kelompok atau komunitas yang menjadi fokus pengembangan. Selanjutnya, program ini akan diperluas ke sejumlah kawasan yang memiliki potensi pengembangan kopi.

Pemerintah daerah juga terus mendorong sinergi antara program pemerintah dan pemberdayaan masyarakat di kawasan-kawasan tersebut, termasuk dukungan sarana dan prasarana pendukung guna memperkuat pengembangan sektor kopi.

Selain itu, pada tahun ini pemerintah daerah mendapat dukungan dari tim nasional untuk melakukan kajian terkait ketinggian wilayah dan potensi lahan. Kajian ini menjadi dasar dalam menentukan lokasi pengembangan agar sesuai dengan kondisi geografis dan mampu menghasilkan produktivitas optimal.

Untuk kegiatan rehabilitasi dan revitalisasi, sejumlah kecamatan telah diusulkan sebagai lokasi prioritas, antara lain Kecamatan Rahong Utara, Reok Barat, dan Cibal. Di wilayah tersebut, berdasarkan hasil identifikasi kondisi tanah dan ketinggian, dinilai sangat potensial untuk pengembangan kopi berbasis komunitas maupun kelompok tani.

Lebih lanjut, dalam rapat juga disoroti sejumlah tantangan pelaksanaan program, terutama terkait kebijakan anggaran. Disampaikan bahwa baik untuk pengembangan kawasan maupun kegiatan revitalisasi, saat ini belum tersedia insentif, baik melalui APBN maupun APBD. Kondisi ini menjadi perhatian bersama, mengingat dukungan pembiayaan sangat dibutuhkan sejak tahap awal, mulai dari pembukaan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan ke depan.

Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program ini secara serius, agar tetap berjalan optimal meskipun dengan keterbatasan dukungan anggaran.

Selain itu, pula catatan strategis terkait pengembangan wilayah, di mana beberapa kawasan potensial seperti Langke Rembong belum sepenuhnya masuk dalam kawasan perkebunan berdasarkan perencanaan yang ada. Padahal, dari hasil kajian teknis, wilayah tersebut memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan kopi.

Terpisah, Win, penanggungjawab PT. Triwana Lestari Abadi yang menangani persemaian bibit kopi di Iteng mengatakan,l pekerjaan ini setidaknya telah memberdayakan masyarakat lokal mulai dari anak-anak hingga orangtua khususnya dalam kegiatan pengisian polibag.

Menurutnya, kegiatan persemaian di desa Paka jumlahnya 1,6 juta anakan untuk 2 kabupaten. Yang utama untuk kab Manggarai dengan jumlah 1,1 juta anakan kopi Arabika, sisanya, 500.000 kopi Robusta untuk kabupaten Manggarai Barat.

Demikian Win, berharap CPCL (Calon Petani Calon Lahan) betul betul nantinya memanfaatkan bibit-bibit yang diberikan dapat mensejahterakan petani. Tentu, harus dipelihara dengan baiik.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN