“Yang paling penting, seperti yang disampaikan Pak Dandim, secepatnya kita tentukan titik-titik pengungsian. Kita boleh mengatakan radiusnya paling 5 Km. Kalau 5 Km tidak sampai di Kota Ruteg hanya sampai di Carep. Tetapi itukan hitungan kita bukan hitungan alam, saya tadi berpikir bahwa kalau radius misalnya 10 Km?,” tandas Bupati.
Itu artinya juga disiapkan ditingkat Pemeritah Kabupaten Manggarai, kalau letusan sampai disini (Ruteng), berarti semua harus pindah. “Kalau Letusan sampai di sini, kita semua memang harus pindah, pemerintahan ini juga harus pindah. Kita diskusikan rencananya, apakah harus pindah ke Cancar, Pagal atau dimana, paling tidak pembicaraan kita harus juga sampai ke hal tersebut. Kemauan alam tidak pernah ada yang tahu, tetapi upaya antisipasi perlu kita dibicarakan, mungkin bukan untuk hari ini tetapi masa depan,” jelas Bupati Hery
Selain itu, dalam arahannya Bupati Hery Nabit juga menyinggung tentang skenario anggaran, terutama anggaran yang akan dialokasikan pada awal pasca Letusan teutama H+1, 2 dan 3. Berkaca pada penanganan-penanaganan bencana di manapun, bantuan biasanya akan tiba pada H+4, H+5 dan seterusnya. “Bantuan itu akan sampai, setelah letusan itu terjadi dan itu akan tiba pada H+4 da seterusnya, lalu bagaimana dengan pengananan Hari pertama, kedua atau ketiga?” katanya.


Terkait anggaran tersebut, dirinya menghimbau agar dalam rapat-rapat yang akan dilakukan masing-masing penanggungjawab sektor, harus dibicarakan juga berkaitan dengan persiapan anggaran dengan scenario penganggaran minimal. “Gunakan scenario penggaran minimal. Ini peting dan saya minta Pak Sekda sebagai Ketua TAPD, dalam rapat persiapan anggaran untuk tahun-tahun selanjutnya alokasikan khusus dana penanggulangan bencana, entah nanti akan terpakai atau tidak terpakai, tetap dianggarkan,” pintanya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












