Rakor Persiapan Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Nampar Nos, Berikut Arahan Bupati Manggarai

Khusus untuk Perencanaan Sektoral, Stef Tawar menjelaskan secara rinci 11 (sebelas) sektor yang berperan dalam menghadapi bencana termasuk tugas dan tanggung jawabnya. Sebelas sektor tersebut antara lain  Posko Utama, Kemanan, Kesehatan Logistik, Dapur Umum, SAR dan Evakuasi, Pendidikan, Transportasi, Informasi dan Komunikasi, Pertanian dan Peternakan, Penampungan Sementara serta Pemulihan Darurat.  

Sementara itu Bupati Hery Nabit dalam arahannya menegaskan persiapan menghadapi bencana erupsi harus dilakukan sejak dini. Karena prediksi manusia tidak bisa disesuaikan dengan kemauan alam, dan sewaktu-waktu tanpa diketahui oleh manusia atau siapapun, akan terjadi letusan pada Gunung Anak Ranaka.

“Mari kita berkaca pada bencana dari letusan Gunung Lewotobi (laki-laki) di Larantuka yang mengakibatkan banyak korban. Bencana Gunung Lewatobi harus menjadi rujukan agar kita melakukan persiapan dini dalam menghadapi bencana,” tegasnya.

Menurut Bupati Heri Nabit, persiapan menghadapi bencana anak Gunung Ranaka tidak boleh ditunda. Terutama bagi 5 Desa yang berdampak langsung di wilayah Kecamatan Wae Ri’i yakni Desa Ranaka, Wae Ri’i, Langko, Bangka Jong dan Desa Golo Mendo.

“Khusus untuk Camat Wae Ri’i saya instruksikan untuk segera melakukan pendataan bagi masyarakat terutama di 5 (lima) Desa di wilayah Kecamata Wae Ri’i. Turun ke anak-anak kampung untuk lakukan pendataan. Usai rapat ini, langsung buat jadwal dan lakukan pendataan, tidak boleh ditunda-tunda,” tegasnya.

Selanjutnya, peraih suara terbanyak dalam Pilkada serentak 27 November 2024 lalu ini menjelaskan, siaga bencana erupsi ini bukan hanya dalam jarak radius 5 Km saja, tetapi perlu dipertimbangkan juga apabila dampak letusannya mencapai 10 Km. Jika radiusnya mencapai 10 Km, maka dampaknya sampai Pusat Pemerintahan di Kota Ruteng. 

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel