Puluhan Pasangan Katolik di Keuskupan Ruteng Ikuti KPPK di Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong

Maria Yasinta Aso, salah satu pemateri pada kursus KPPK tersebut menyampaikan bahwa pada kursus kali ini Panitia mengangkat topik yang penting, yaitu stunting. Hal ini bertujuan untuk mendorong pasangan calon isteri mengambil bagian dalam upaya pemerintah mengurangi angka prevalensi stunting di Kabupaten Manggarai.

“Stunting merupakan masalah serius dan penanganannya menjadi prioritas pemerintah. Mulai dari tingkat pusat sampai ke tingkat desa dengan melibatkan semua sektor atau pemangku kepentingan. Peran gereja sangat strategis dan diharapkan dalam konvergensi penanganannya. Salah satu cara yang baik adalah mempersiapkan keluarga baru dengan pengetahuan mendalam tentang stunting,“ ungkap Maria.

Calon ibu dan calon ayah, lanjut Maria, perlu bekali dengan informasi terkait apa itu stunting, penyebab dan dampaknya. Serta, bagaimana pencegahan dan penanganannya. Sehingga ke depan dalam kegiatan pembinaan permandian dan sambut barupun di paroki-paroki, topik ini harus tetap berikan sebagai materi pembinaan.

Dengan demikian, kata Maria, Gereja juga ikut bertanggung jawab untuk menyiapkan sumber daya manusia/ umat Allah yang berkualitas ke depannya.

Libatkan Tenaga Medis

Dia juga menambahkan Panitia KPPK Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong tahun ini membuat terobosan baru. Yakni Panitia KPPK mengikutsertakan UPTD Puskesmas Lao untuk melakukan Pemeriksaan kesehatan dalam bentuk pengukuran lingkar lengan atas bagi calon pengantin perempuan. Bila kurang dari 23,5 cm, maka akan rujuk ke puskesmas untuk pendampingan/ konseling gizi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel