Erwin Aksa menambahkan Rikrik merupakan pengacara Sandiaga Uno. Rikrik sempat sebagai komisaris Perumda Pasar Jaya yang kemudian sempat copot lagi oleh Anies.
“Dia diganti oleh Pak Anies, sebelum selesai masa waktunya,” terang Erwin soal jabatan Rikrik di perusahaan milik DKI Jakarta tersebut.
Erwin Aksa juga mengungkap Anies masih berhutang Rp50 miliar kepada Sandiga Uno. Utang tersebut gunakan untuk membiayai logistik Pilkada Jakarta 2017 lalu dan hingga kini belum ia lunasi.
Peminjaman uang tersebut disahkan di atas sebuah surat perjanjian hutang piutang yang juga disusun oleh pengacara Sandiaga Uno, Rikrik Rizkiyana.
Open Donasi
Menyikapi isu utang piutang tersebut, beberapa relawan berinisiatif untuk open donasi guna melunasi utang kepada Sandiaga S. Uno.
“Kok heboh sekali soal utang pak Anies, utangnya kira-kira lagi, gak jelas. Kalau benar Pak Anies berhutang pada Sandi, tampilkan bukti akuratnya, kami semua akan buka donasi, 50 M itu tidak banyak,” tulis seorang nitizen, @ElfizaEnny.
Sementara, Sandi sendiri belum bisa berkomentar terkait utang tersebut.
“Saya baca dulu, belum bisa kasih statetment,” singkat Sandi usai menghadiri HUT ke-15 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Senin (6/02).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
