Beberapa korban menduga, pelaku menggunakan semacam hipnotis karena mereka tidak menyadari saat kejadian berlangsung.
Keterangan itu diperkuat oleh sejumlah ibu-ibu yang ikut mendampingi korban di Polres Manggarai. Mereka mengaku trauma dan merasa sangat terancam dengan keberadaan SA.
Warga Kecewa Pelaku Dilepas Polisi
Kekecewaan warga memuncak saat mengetahui SA dilepas kembali oleh pihak kepolisian.
“Kami sangat menyesalkan sikap polisi. Membiarkan dia bebas sama saja dengan melepaskan singa dari kandang,” tegas Donatus Lori.
Warga mendesak Polres Manggarai serius menindaklanjuti kasus ini hingga tuntas, agar perempuan di Lengor bisa kembali merasa aman.
Respon Polres Manggarai
Kasat Reskrim Polres Manggarai, AKP Donny Sare, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut.
“Mohon waktunya, saya akan konfirmasi lebih lanjut dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” katanya singkat.
Warga berencana kembali mendatangi Polres Manggarai pada Kamis, 11 September 2025, untuk memastikan kasus ini benar-benar diproses sesuai hukum. Mereka berharap kepolisian tidak lagi mengulur waktu dan segera memberi rasa aman bagi masyarakat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan