Faktor “pernah menjadi korban kekerasan” itu memelihara budaya kekerasan di TNI, tulis Nazar.
“Pengalaman pelaku yang pernah menerima tindakan kekerasan dari senior saat di batalion dan oleh pelatih di masa pendidikan telah membentuk pola perilaku yang sama, sehingga mereka melakukan tindak kekerasan terhadap junior,” tulis Nazar dalam penelitiannya.
“Perbuatan kekerasan ini terus berlanjut karena tidak ada arahan dari pimpinan dan dapat menjadi budaya organisasi yang sulit dihilangkan,” tulisnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






