PLN Hormati Tata Adat Ngada dalam Pengembangan PLTP Mataloko

Pengembangan PLTP Mataloko
Antonius Corebima, Technician Pengendalian Konstruksi UPP Nusra 2, menanam batu adat sebagai penanda batas tanah sekaligus memasang patok nasional dalam prosesi adat untuk pengembangan Geowisata Panas Bumi Mataloko melalui pemanfaatan langsung panas bumi (direct use) di Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Kamis (10/9).

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), RDW. Manurung, mengatakan penghormatan terhadap tata adat dan keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam setiap tahapan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan PLN.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai dan kearifan lokal. Keterlibatan para pemangku adat, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujar Manurung.

Menurut Manurung, pengembangan Geowisata Panas Bumi Mataloko juga diharapkan dapat memperluas manfaat keberadaan panas bumi bagi masyarakat melalui pemanfaatan langsung potensi panas bumi di kawasan tersebut.

“PLN berkomitmen menjaga koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat adat guna memastikan seluruh tahapan pengembangan PLTP Mataloko berjalan sesuai ketentuan, menghormati tata nilai setempat, sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” tutup Manurung.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel