infopertama.com – Jawabanmu Akan pertanyaan pada judul di atas Menunjukkan Apa yang Paling Kamu Hargai.
Kalau disuruh memilih: suami kakek-kakek tapi kamu diratukan, atau suami ganteng tapi kamu dijadikan babu?
Tentu saja dalam dunia nyata hampir semua wanita ingin paket lengkap. Suami ganteng, mapan, setia, romantis, rajin bantu pekerjaan rumah, sayang keluarga, nggak pelit.
Pokoknya versi “all in one“.
Yuk kita bahas dengan santai, tapi tetap ada pelajaran yang bisa dipetik.
1. Ganteng Itu Bonus, Perlakuan Itu Kebutuhan
Jujur saja ya, melihat suami ganteng memang menyenangkan.
Bangun pagi lihat wajahnya, hati ikut segar. Mau foto berdua juga pede. Lewat depan tetangga rasanya pengen bilang, “Hehe… ini loh suamiku.”
Tapi masalahnya, wajah ganteng itu tidak otomatis membuat hati bahagia.
Kalau setiap hari yang terdengar:
“Masak mana?”
“Cuci baju mana?”
“Kopi mana?”
“Kenapa rumah berantakan?”
Lama-lama wajah ganteng pun berubah jadi notifikasi tagihan listrik. Dilihat saja sudah bikin deg-degan.
2. Diratukan Itu Bukan Soal Uang Semata
Banyak yang salah paham.
Diratukan bukan berarti setiap hari belanja tas, emas, atau transferan puluhan juta.
Diratukan itu ketika pendapatmu dihargai.
Capekmu diperhatikan.
Sedihmu ditanya.
Bahkan saat kamu cuma bilang, “Mas, aku pusing.”
Lalu dia menjawab,
“Sudah istirahat sana, biar aku yang bereskan.”
Nah itu kadang lebih mahal daripada satu buket bunga.
Karena wanita sering kali tidak mencari kemewahan semata, tetapi mencari rasa dihargai.
3. Ketampanan Punya Masa Aktif
Mohon maaf nih…
Setampan apa pun seseorang, umur tetap berjalan.
Hari ini mungkin seperti artis drama Cina.
Sepuluh tahun lagi mulai muncul bonus keriput.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






