Petani Sayur-sayuran Bangun Kemitraan Bisnis dengan Distributor

Selain itu, lanjutnya, kami juga menemukan alasan, tidak ada modal untuk bisnis atau meningkatkan skala usaha bagi petani yang sudah lama menanam sayur-sayuran padahal ada koperasi kredit atau CU yang bisa menjadi tempat menyimpan dan meminjam uang, seperti KSP Mawar Moe dan KSP CU Florette.

Kelemahan lain, dari beberapa petani kita, jelas Niko, adalah volume sayur-sayuran yang dijual sangat sedikit, tidak tahu cara menentukkan harga, dan tidak mencari tahu informasi harga di pasar sehingga sering terjadi mereka menjual di pasar dengan harga tinggi, mestinya mereka juga harus memahami bahwa dalam bisnis itu antara produsen, pedagang, dan konsumen harus sama-sama puas, tentu harus tetap dapat untung.

Niko, di akhir pemaparannya menyatakan kesediaannya untuk menjadi mitra bisnis sayur-sayuran dari para petani peserta pertemuan.

Namun, ada beberapa syarat dan catatan penting yang harus ditaati untuk dijalankan, oleh kedua belah pihak, antara lain; 1) Sayur yang ditanam dan dijual kepada pihak distributor harus memprioritaskan penggunaan pupuk organik sebagai sarana produksi. 2) Menyediakan sayur-sayuran dengan berbagai jenis secara kontinyu dalam jumlah yang banyak, dan bermutu baik.

3) Petani harus memberikan informasi tentang jenis sayur-sayuran yang ditanam dan Waktu Panen secara rutin kepada pihak distributor. 4) Menyampaikan informasi yang jujur tentang jumlah dan mutu sayur-sayuran kepada pihak distributor.

5) Jika sudah bekerja sama maka sangatlah penting jaga kepercayaan, khususnya terkait Mutu. 6) Para Petani harus menjadi anggota dari Koperasi Kredit untuk menyimpan dan meminjam permodalan guna menjamin kontinuitas produksi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel