Petani Sayur-sayuran Bangun Kemitraan Bisnis dengan Distributor

Dia menjelaskan juga alasan kenapa pertemuan dilaksanakan di salah satu ruangan dari KSP CU Florette. Hal ini mau menunjukkan kepada para peserta bahwa KSP CU Florette merupakan lembaga keuangan non bank yang bisa menyediakan modal usaha dalam bentuk pinjaman musiman kepada para petani dengan bunga rendah. Dan juga, petani bisa menyimpan uang di lembaga ini pada simpanan saham-non saham untuk masa depan bahkan bisa menjadi sumber pendapatan pasif jika disimpan dalam jumlah besar pada produk simpanan non saham.

Petani Sayur-sayuran

Pada kesempatan itu juga, dia menginformasikan bahwa 2 orang dari para peserta pertemuan merupakan anggota dari KSP CU Florette. Mereka sudah sering dilayani pinjaman musiman untuk agrobisnis dengan nilai pinjaman 6 juta selama satu musim tanam.

Selain itu, dia membagi pengalaman ketika berkunjung ke Stasi Wari Keo, Paroki Mangu Lewa (Bajawa) yang merupakan pemasok sayur-sayuran ke pasar Ruteng. Di Stasi ini, ujarnya, para petani memproduksi sayur-sayuran setiap bulan dengan memanfaatkan lahan di pekarangan dan kebun.

Setiap jengkal tanah, baik di pekarangan dan kebun oleh orang di sana, cerita Rikhard, dimanfaatkan sebagai sumber cuan. Dan, orientasi usaha mereka memang untuk ekonomi atau kesejahteraan, budaya bisnis orang-orang di sana sangat kuat.

Adapun menurut Niko, narasumber pada pertemuan itu, lebih dari 50-an persen, sayur-sayuran dan buah-buahan di pasar ruteng dipasok dari luar manggarai. Yakni untuk jenis Kol, Sawi, Wortel, Pakcoi, Vanboks, Tomat, Cabe, Mentimun, Kestela, labu hijo, daun bawang, Mangga, kacang panjang, bunci, dan pisang.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel