Penggunaan Combine Harvester Bersifat Sukarela dan Tingkatkan Efisiensi Panen

Menurut Ferdy, tingginya minat petani menunjukkan bahwa teknologi panen modern tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Mobilisasi alat dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama kelompok tani yang bersedia menanggung biaya pengangkutan alat dari Reo menuju lokasi kegiatan.

Menanggapi informasi mengenai adanya gabah yang terbuang selama proses panen, Ferdy menyatakan siap melakukan pengecekan langsung di lapangan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan selama ini, penggunaan combine harvester justru mampu meminimalkan kehilangan hasil panen dan meningkatkan efisiensi kerja.

“Teknologi ini berbeda dengan sistem perontokan biasa. Kehilangan hasil panen sangat kecil, bahkan pada beberapa lokasi terjadi peningkatan hasil hingga sekitar 20 persen,” katanya.

Ferdy juga menjelaskan bahwa seluruh alat dan mesin pertanian yang digunakan merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Manggarai. Namun pengelolaannya dilakukan melalui Unit Pengelola Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) yang berkedudukan di Reo.

“Alat-alat ini milik pemerintah daerah, tetapi pengelolaannya dilakukan oleh UPJA yang telah terdaftar dan dibina oleh kementerian. Karena itu operasional dan pemanfaatannya mengikuti mekanisme yang berlaku,” jelasnya.

Selain membahas penggunaan Combine Harvester, Ferdy juga memaparkan perkembangan program budidaya kentang yang dijalankan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama Program TekaD.

Program tersebut mendapat apresiasi dari anggota Tim Badan Perumus DPRD karena dinilai mampu memberikan keuntungan yang cukup baik bagi petani.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel