Cepat, Lugas dan Berimbang

Pengembangan Geothermal, Indonesia dan Selandia Baru Lanjut Jajaki Kerja Sama

Tak hanya itu, Selandia Baru sangat menekankan investasi pada sumber daya manusia, karena mereka yakin manusia adalah fondasi kesuksesan.

Pengembangan Geothermal
Lokasi PLTP Ulumbu di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai yang berdekatan dengan pemukiman warga. (Foto: dok. JATAM)

Selain sumber daya manusia dan pengembangan proyek, terdapat peluang untuk terobosan dan inovasi di bidang panas bumi, seperti green hydrogen.

Sebagai contoh, Pertamina yang berencana untuk meluncurkan proyek percontohan green hydrogen di lokasi panas bumi Ulubelu pada tahun 2023 ini.

Di Selandia Baru, beberapa proyek percontohan hidrogen sedang berlangsung, termasuk usaha patungan antara Obayashi Corporation Jepang dan Tuaropaki Trust milik Maori, untuk memproduksi hidrogen secara komersial menggunakan energi panas bumi.

Selain panas bumi, Indonesia memiliki potensi besar di sektor energi terbarukan lainnya, termasuk tenaga surya.

Pemerintah mempromosikan pengembangan tenaga surya yang telah menarik minat para pelaku industri lokal dan internasional.

Untuk pertama kalinya di Indonesia, floating solar photovoltaic (FPV) sedang dalam fase studi kelayakan. ORMAT Technologies Inc bermaksud untuk mengembangkan proyek FPV di Danau Tondano, Sulawesi Utara. Dan, telah menggandeng perusahaan Selandia Baru, Jacobs sebagai konsultan teknis dan penasehat untuk tahap kelayakan proyek ini.

Diana menyampaikan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk memanfaatkan energi terbarukan bagi kemaslahatan rakyatnya dan keberlanjutan dunia.

Menurutnya, dengan dukungan pemerintah yang kuat, komitmen pengembang dan investor. Serta, kemitraan strategis internasional, Indonesia dapat mencapai ketahanan energi, kemandirian, dan mendukung pengembangan energi terbarukan.**

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN