Penerapan Tri Pusat Pendidikan KHD dalam Kasus Kekerasan Seksual

Kasus Kekerasan Seksual

3) Cara kekerasan seksual tersebut dilakukan. Kekerasan seksual yang dilakukan kepada anak seringkali disertai kekerasan lainnya, baik berupa kekerasan fisik maupun kekerasan mental. Korban yang mengalami kekerasan seksual pada masa anak-anak dua kali lebih mungkin mengalami kekerasan fisik secara bersamaan selama masa kanak-kanak (Chu & Dill, 1990).

4) Keterbukaan. Banyak korban memilih menyimpan sendiri peristiwa kekerasan yang dialaminya. Korban merasa bersalah, malu, kotor, atau takut sehingga tidak menginginkan peristiwa kekerasan seksual yang dialaminya diketahui oleh beberapa orang. Andalas (2002) menuturkan bahwa sebagian perempuan memilih untuk mendiamkan kasus kekerasan atau kekerasan seksual yang dialaminya karena ancaman kehilangan harga diri dihadapan umum.

5) Dukungan sosial. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima oleh korban kekerasan seksual maka akan semakin tinggi psychological well-being korban (Hardjo & Novita, 2017), artinya dukungan sosial akan mempermudah korban kekerasan seksual berdamai dengan dirinya.

Dampak Trauma Akibat Kekerasan Seksual Pada Anak

1) Penghianatan (betrayal). Dukungan sosial. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima oleh korban kekerasan seksual maka akan semakin tinggi psychological well-being korban (Hardjo & Novita, 2017), artinya dukungan sosial akan mempermudah korban kekerasan seksual berdamai dengan dirinya. Trauma secara seksual (traumatic sexualization). Russel (Tower, 2002) menemukan bahwa perempuan yang mengalami kekerasan seksual cenderung menolak hubungan seksual, dan sebagai konsekuensinya menjadi korban kekerasan seksual dalam rumah tangga. Finkelhor (Tower, 2002) mencatat bahwa korban lebih memilih pasangan sesama jenis karena menganggap laki-laki tidak dapat dipercaya.

Laman: 1 2 3 4 5

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

4 responses to “Penerapan Tri Pusat Pendidikan KHD dalam Kasus Kekerasan Seksual”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses