Cepat, Lugas dan Berimbang

Pater Feliks Baghi: Orang Katolik yang Mendukung Geothermal Berarti Dia Orang Katolik yang Gagal

Uskup sekarang, kata Feliks menggerakkan para imam, suster-suster (Biarawati Katolik) dan JPIC dengan lebih tegas, lebih heroik dengan sikap pengabdian dan spiritualitas yang baik.

Dengan gerakkan ekologi untuk melawan sebuah sitem yang besar diikuti suatu kerohanian ekologis yang baik. Tanpa kerohanian ekologis, gerakakan kita hanya merupakan aktivisme belaka.

Demikian Feliks Baghi, pemerintah seharusnya dalam berpolitik harus green politik atau politik hijau yaitu politik yang berfokus pada isu lingkungan hidup. Pun juga ekonomi, ekonomi yang dibicarakan itu ekonomi hijau, green ekonomi.

“Bukan politik dalam konteks bisnis! Cukup. Cukup dengan apa yang kita terima dari alam. Karena alam itu orang Indonesia menyebutnya sebagai ibu pertiwi. Menggunakan aspek feminisme, ibu.”

Apa hubungannya dengan alam dan ibu? Ibu memiliki rahim yang menjaga kehidupan dan melahirkan. Alam memiliki rahim yang melahirkan kehidupan bagi pepohonan, air.

“Kita harus menjaga ibu bumi, alam. Tapi kalau manusia merusak perut bumi dengan membor tanpa suatu pertimbangan yang baik, menurut saya dia sedang memperkosa ibu bumi, menghancurkan alam. Dan, orang-orang tua kita sebelum membuka lahan yang baru mereka meminta izin kepada alam bahwa mereka juga memberi persembahan yang pertama kepada ibu bumi. Artinya, kerohanian mereka adalah kerohanian ekologis yang membawa mereka ke tingkatan yang lebih tinggi kepada pencipta.” Tegas Feliks Baghi.

Saya pikir, ucap Feliks Baghi, itu menjadi panduan gereja. Gereja mempunyai pendasaran mengapa gereja harus menolak geothermal, atau menolak seluruh sistem pertambangan, sistem perekonomian yang merugikan keutuhan alam ciptaan dan juga menindas kemanusiaan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN