Pasca-Gempa Manggarai: Dokter Cadangan Dikirim dan Biaya Berobat Digratiskan

Ruteng, infopertama.com – Penanganan medis pascadampak bencana gempa bumi yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur, terus dipacu secara intensif di Kabupaten Manggarai. Berdasarkan pembaruan data resmi Health Emergency Operation Center (HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dan RSUD Ruteng per Kamis (20/8/2026) pukul 18.00 WITA, total korban terdata mencapai 66 orang, dengan angka akumulasi korban jiwa kini menyentuh 30 orang.

Penambahan dua kasus meninggal dunia tercatat pada hari ini. Korban pertama adalah seorang anak berusia 5 tahun atas nama Sarvolus Barus yang meninggal dunia akibat syok kardiogenik. Sementara itu, korban kedua merupakan bayi baru lahir dari Ny. Celina Ecin (0 hari) dengan diagnosis Death on Arrival (DOA) akibat kondisi prematur ekstrem. Pemkab Manggarai menyampaikan duka cita mendalam atas bertambahnya korban jiwa dalam tragedi ini.

Krisis Tenaga Medis Teratasi: Mobilisasi Dokter Cadangan Ke Wilayah Kritis

Menanggapi kekosongan tenaga medis yang sempat dialami Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Langke Majok dan PKM Nanu akibat besarnya beban penanganan dan kendala akses, Posko HEOC mengambil langkah cepat. Mulai Kamis malam (20/8/2026), Pemkab Manggarai memobilisasi Tim Dokter Cadangan dan Relawan Medis Mobile secara mendesak ke lokasi-lokasi tersebut.

Langkah ini diambil untuk memastikan proses evaluasi, stabilisasi darurat—khususnya bagi pasien darurat serangan jantung dan cidera patah tulang (fraktur)—serta alur rujukan menuju RSUD Ruteng maupun RSUD Ben Mboy dapat berjalan tanpa hambatan.

Ancaman Kesehatan Pengungsian: Balita Terserang Pneumonia Berat

Kondisi di kamp pengungsian kini menjadi fokus perhatian serius tim kesehatan. Penurunan kondisi lingkungan dan cuaca pascagempa memicu ditemukannya kasus penyakit respiratori akut, termasuk dua kasus pneumonia berat yang menyerang bayi di pengungsian, yakni Bayi Ny. H. Maria Megawati serta anak Juveta Gabut. Selain itu, ditemukan pula kasus serangan kejang kambuhan pada pengungsi dengan riwayat epilepsi (Aurelia Anita Jun, 21 tahun).

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel