Pasangan Hebat Tampak Menarik, Mengapa?

infopertama.com – Penelitian-penelitian di Institut Kinsey menyatakan bahwa selama bercinta, persepsi seorang pria pada pasangannya terkait pada kedalaman perasaan intimnya terhadap pasangannya itu. Ini artinya bahwa pria itu memberikan nilai lebih tinggi pada daya tarik jasmaninya jika ia jatuh cinta. Tidak peduli apakah orang lain akan menilai wanitanya seperti Michelin Man ketika ia tak berbusana. Pria akan menilai lebih rendah daya tarik jasmani seorang wanita jika ia benar-benar tidak peduli padanya, bahkan jika wanita itu secara jasmani sangat menawan.

Ketika seorang pria tertarik pada seorang wanita, ukuran pahanya tidak lagi menjadi masalah. Baginya, paha itu sempurna. Hal itu menunjukkan bahwa ketika daya tarik jasmani seorang wanita dinilai tinggi pada pertemuan awal oleh pria, maka hubungan pasangan itu menjadi hangat dan ini merupakan satu bagian penting dari daya tariknya dalam jangka waktu yang lama.

Ini tidak sama dengan daya tarik pria bagi wanita. Penelitian yang dilakukan pada sebuah bar para lajang telah menghasilkan sebuah gambaran tentang masalah ini.

Para peneliti menemukan bahwa semakin malam, maka semakin menarik pula seorang wanita yang ada di dalam bar itu di mata pria lajang. Seorang wanita yang dinilai 5 dari skala 1 hingga 10 pada pukul 7 malam, bisa meninggkat nilainya menjadi 7 pada pukul 10.30 malam dan 8 pada tengah malam; ini karena pengaruh alkohol yang meningkatkan penilaian itu.

Sebaliknya, bagi wanita, seorang pria yang bernilai 5 pada pukul 7 malam, masih tetap bernilai 5 pada tengah malam.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel