Menurutnya, menurunnya produksi pertanian beberapa tahun terakhir bukanlah karena faktor tunggal Geothermal Ulumbu. Tetapi, kata dia lebih karena perubahan iklim.
“Saya kira tidak karena Ulumbu. Di wilayah lain di Manggarai bahkan di berbagai wilayah di Indonesia ini produktifitas pertanian itu semua menurun. Cengkeh yang kurang berbuah itu kan tidak hanya di sini. Di kecamatan lain di Manggarai Raya ini mengalami hal yang hampir sama karena saat pohon cengkeh berbunga curah hujannya tinggi, maka otomatis tidak jadi, berguguran semua bunganya.”
Sementara kalau seng atap rumah cepat karat, kata Laurensius, mungkin karena kualitas seng itu sendiri yang kurang terlalu bagus.
“Di desa Wewo ini, di kampung Lale masih ada rumah tua peninggalan Bupati Lega. Kondisinya masih bagus, tidak ada yang bocor. Berbeda dengan seng atap yang baru sekarang, umur pakainya tidak lama. Mungkin hanya 15 tahun sudah harus ganti baru. Tidak hanya di sini, di tempat lain juga begitu. Artinya, memang karena umur pakai seng atap itu yang sudah tidak sama dengan seng atap yang lama seperti di rumah tua di Lale tadi.” Tuturnya meyakinkan.
Sementara itu, General Manager (GM) PT PLN (Persero) UIP Nusra, Abdul Nahwan, menerangkan bahwan kegiatan FPIC ini diperlukan untuk mengakomodasi informasi terkait rencana pengembangan PLTP Ulumbu 5-6 di Poco Leok kepada masyarkat melalui sumber yang jelas dan kredibel.
“Selain sebagai wadah silaturahmi, sosialisasi FPIC ini merupakan bentuk transparansi PLN kepada masyarakat sekitar kawasan pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6 di Poco Leok terkait detail program PSN ini,” ucap GM Abdul Nahwan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











