PADIATAPA Usai, Warga Desa Wewo Apresiasi PLN

Kata dia, masyarakat desa Wewo tentunya sangat senang karena memang ada banyak informasi yang simpang siur beberapa tahun terakhir khususnya yang berkaitan dengan adanya dampak buruk dari pengembangan PLTP Ulumbu.

“Jadi selama kegiatan dari FPIC ini masyarakat desa Wewo baik gendang maupun masyarakatnya sangat senang sekali. Artinya mereka menilai bahwa PLN itu sangat terbuka atau transparan untuk menjelaskan soal geothermal. Sehingga, perlu diluruskan bahwa pengembangan PLTP ini adalah bukan tambang. Tetapi, aktivitas kegiatan di dalamnya itu sangat ramah lingkungan dan itu sudah dijelaskan oleh tim PLN atau FPIC,” kata Kades Wewo.

Ia juga menambahkan, karena itu, dengan penjelasan dari pihak PLN, masyarakat di desa Wewo mengaku sudah mulai paham.

Ia menyampaikan, dalam kegiatan sosialisasi selama ini ada banyak hal yang telah disampaikan khususnya berkaitan dengan usulan dari masyarakat ke pihak PLN. Namun jawaban PLN tergantung poin-poin mana yang harus diprioritaskan.

Intinya, PLN sangat terbuka dan sudah berkomitmen agar usulan warga itu harus dilaksanakan nantinya. Baik pada itu pada sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan dan lingkungan.

“Ada yang jadi skala prioritas hal mana yang pihak PLN Penuhi jika tidak dilakukan atau diakomodir oleh pemerintah kabupaten, kecamatan maupun pemerintah desa. Sehingga tidak ada tumpang tindih program.” Pungkas Kades Laurensius.

Disinggung mengenai gagal panen dan adanya keluhan terkait seng atap yang cepat karat gegara kandungan H2S pada Geothermal, kades Laurensius menampiknya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel