Orasi Warga Poco Leok Hina Bupati dan Masyarakat Manggarai, Ngaku Diperintah Simon

Wihelmus Jehau, orator aksi tolak Geothermal sebut Hery Nabit dan keluarga sampah

Berakhir dengan Permintaan Maaf

Situasi yang sempat memanas akhirnya berhasil dimediasi di ruangan Wakapolres, kantor Polres Manggarai dan berujung pada permintaan maaf dari warga Poco Leok kepada bupati Manggarai, Hery Nabit dan keluarga.

Kordinator Lapangan aksi, Maksimilianus Neter menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Manggarai Herybertus G. L Nabit atas kata-kata yang mereka sampaikan saat berorasi.

Bupati Hery Nabit menyalami warga Poco Leok di lapangan Upacara Polres Manggarai

Setelahnya, Bupati Hery Nabit pergi menemui massa aksi yang sedang menunggu di lapangan upacara Kantor Polres Manggarai.

Politisi PDIP itu tampak berbincang hangat dengan massa aksi sambil berjabat tangan.

Pada saat itu kepada Massa aksi Bupati Manggarai menegaskan bahwa dirinya tidak anti terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan. Namun yang disesalkan ketika saat berorasi melontarkan kalimat yang menyerang martabat keluarga.

“Saya minta jangan salah sangka dengan peristiwa ini, pada awal aksi ini berjalan baik tetapi tiba-tiba diakhir muncul kata-kata sampah yang ditujukan kepada saya dan keluarga,” tegasnya.

Dihadapan masa aksi Bupati Hery Nabit berjanji untuk mengunjungi masyarakat Poco Leok khusus yang ada di Gendang Mucu.

“Tetapi kalau Minggu depan saya ke Mucu saya minta jangan lagi saya dihadang,” ucapnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel