Beberapa kalangan berpendapat bahwa masih banyak tokoh perempuan yang memang melakukan perjuangan nyata yang lebih pantas diberi gelar pahlawan. Sebutlah tokoh wanita yang menyelenggarakan Kongres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928 yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Ibu. Mereka adalah R.A. Soekonto sebagai ketua penyelenggara kongres dengan Nyi Hajar Dewantoro sebagai wakilnya dan Soejatien sebagai sekretaris. Tokoh-tokoh perempuan tersebut dinilai lebih pantas menerima gelar pahlawan pada namanya.
Oleh Hajime Yudistira*
*Hajime Yudistira adalah pegiat media sosial, penulis buku Analekta Yudistira, tinggal di Jakarta
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





