Nyawa Sudah Melayang dan Pemda Tetap Saja Cuek, Kompresjalur Beri Contoh

Written by

in

, ,

Adapun Ludovikus Abun (32), sopir travel, saat mintai tanggapannya terkait jalur perlintasan ini sebelum perbaik. Ia mengatakan sangat tidak nyaman mengoperasikan kendaraannya di jalan rusak ini.

“Saya merasakan kerugian ganda yakni beberapa kali kerusakan mobil dan kurangnya pemasukan karena tidak bisa mengoperasikan kendaraan.”

Kesaksian menarik Wilhelmus Janu (38), sopir bus, pun dbenarkan oleh rekan-rekan sopir yang mengalami nasib yang sama sehari-hari saat berada di medan menantang ini.

Kisah Wily, dampak buruk ekonomi yang pernah ia alami sejak jalan rusak adalah selama satu minggu tidak mengoperasikan kendaraan, yang kalau hitung perolehan 250.000/hari x 7 hari = 1.500.000. Saya kehilangan rezeki selama seminggu karena terkendala akses buruk di jalan ini. Memang, secara pribadi saya sempat beberapa kali menyampaikan keluhan ini ke sesama temam sopir. Mengajak mereka untuk renovasi jalan, tetapi tidak terlaksana. Syukur sekali, kompresjalur memfasilitasi melalui kegiatan hari ini, saya akan terus berjuang untuk mengajak semakin banyak orang untuk terlihat dalam gerakan sosial semacam ini.

Kegiatan yang berlangsung seharian itu membuahkan hasil yang menggembirakan. Tak terasa, antusiasme warga yang hadir serta semangat gotong royong yang luar biasa besar itu mengasilkan 50 meter titik aman yang dirabat, yang siap untuk dilintasi kendaraan dengan aman dan nyaman. Dari Sano, para partisipan dan segenap anggota Kompresjalur menyampaikan terimakasih kepada para pihak yang telah mensuport kegiatan ini.

Laman: 1 2 3 4

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

One response to “Nyawa Sudah Melayang dan Pemda Tetap Saja Cuek, Kompresjalur Beri Contoh”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses