Nyawa Sudah Melayang dan Pemda Tetap Saja Cuek, Kompresjalur Beri Contoh

Written by

in

, ,

Mengawali kegiatan, P. Wilbrodus Andreas Bisa, OFM (Koordinator Kompresjalur) menegaskan kepada seluruh peserta perihal spirit gerakan serta tanggungjawab sosial setiap warga dalam hidup bermasyarakat.

Diinisiasi Pemilik Kendaraan Roda Empat

Pemilik kendaraan roda empat yang berdomisili di Tentang dan sekitarnya menginisiasi komunitas ini. Yakni untuk urusan khusus reparasi jalan umum yang sedang rusak. Dasar terbentuknya komunitas ini berangkat dari konteks keprihatinan bersama terkait kerusakan jalan di Sano, titik jalur yang menghubungkan antara Tentang dan Dahang, Ndoso, Manggarai Barat, NTT.

Kehadiran komunitas yang beranggotakan 42 orang ini, sesuai dengan namanya memfokuskan gerakan pada aksi bakti sosial. Khususnya perbaikan jalan umum yang sedang rusak. Selain itu, komunitas ini juga sekaligus sebagai jembatan untuk memediasi suara-suara masyarakat yang perlu disampaikan dan/ atau didialogkan dengan pemerintah setempat. Terutama berkaitan dengan kapasitas dan batasan-batasan tertentu yang boleh dilakukan oleh anggota komunitas atas kegiatan reparasi jalan umum rusak-rusak.

Dari sekian peserta yang hadir, beberapa di antaranya memberi kesaksian menarik disertai harapan-harapan sebagai rekomendasi untuk diperhatikan oleh pemerintah.

Frangky Jamento (35), peserta dan pemilik kendaraan menuturkan perihal dampak buruk yang dipicu oleh parahnya infrastruktur jalan di jalur ini. Seperti kecelakaan yang kerap dialami oleh para pengguna kendaraan roda dua; kesulitan bagi para pengguna kendaraan roda empat untuk mengakses jalur ini terutama di musim hujan. Kemudian, tingginya curah hujan yang berkepanjangan menjadi pemicu kelumpuhan total roda perekonomian masyarakat yang sehari-hari mengakses jalur jalan ini dengan sarana transportasi. Atau, dengan kata lain, ketika cuaca ekstrim yang tidak bersahabat, pemilik kendaraan lebih memilih untuk tidak mengoperasikan kendaraannya di jalur ini untuk segala urusan dan kebutuhan sehingga mengganggu dan menghambat stabilitas ekonomi.

Laman: 1 2 3 4

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

One response to “Nyawa Sudah Melayang dan Pemda Tetap Saja Cuek, Kompresjalur Beri Contoh”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses