“Sanksi ini biar ada efek jera bagi mereka. Setelah itu mereka kami pulangkan, untuk motornya biar dilengkapi dulu baru boleh dibawa pulang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan saat melakukan pembersihan jalan tersebut, para pelajar itu juga dibantu anggota Polres Manggarai Barat.
“Kegiatan ini secara tidak langsung memberikan edukasi kepada mereka tentang budaya gotong royong dan keselamatan berlalu lintas,” jelas Alumni Akpol angkatan 2006 itu.
Lanjut AKBP Christian, keberadaan pasir dan batu kerikil dapat menyebabkan daya cengkram ban di aspal menjadi tidak berfungsi (slip).
Kondisi tersebut, jika dibiarkan maka bisa membuat membuat akses jalan terganggu dan membahayakan para pengguna jalan di Kota Pariwisata Super Premium itu.
“Kecelakaan di jalan raya bukan hanya karena human error saja, akan tetapi keberadaan pasir dan kerikil yang seperti ini (berada di badan jalan) juga bisa jadi penyebabnya. Untuk itu, sebelum kejadian harus sudah diantisipasi,” ujarnya.
Selain itu, dirinya pun mengimbau kepada seluruh pelajar, agar merayakan kegembiraan pasca ujian UAS sebaiknya dilakukan dengan berkegiatan yang positif.
“Rayakan dengan kegiatan positif, bukan malah turun ke jalan untuk konvoi ataupun ugal-ugalan di jalan raya yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tutur Mantan Danyon A Resimen III Pasukan Pelopor Korbrimob Polri itu.**
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











