Menurut Bupati Manggarai, kita bagian dari sejarah kota ini, bagian dari sejarah tempat ini. Dan, kita tau, menunaikan tanggungjawab itu bukan hanya tanggung jawab generasi kita. Tapi juga, untuk kita ceritakan, untuk kita tugaskan kepada generasi-generasi berikutnya.
Dengan adannya penataan berupa Taman Kota ini, maka ada beberapa kegiatan atau aktivitas yang pasti tidak bisa lagi laksanakan di Lapangan Mota Rua.
Tentu kita paham bahwa setelah penataan ini selesai yang menjadi tanggung jawab kita, kita paham bahwa ada satu dua aktivitas yang mungkin tidak bisa lakukan lagi di tempat ini. Itulah harga yang harus dibayar.
“Aktivitas-aktivitas olah raga, yang biasanya melibatkan cukup banyak orang, cukup banyak anak-anak kita di tingkat SD maupun SMP sangat mungkin tidak bisa lagi lakukan di tempat ini. Dan, menjadi tugas pemerintah untuk mencarikan solusi atas keterbatasan – keterbatasan itu.”

Terbatas di satu sisi, lanjut Bupati Manggarai tetapi ada kelebihan di sisi lain. “Kelebihannya adalah dengan penataan ini, tempat ini akan menjadi tempat yang lebih manusiawi untuk dijadikan sebagai sarana rekreasi keluarga. Tidak komplit memang, tapi cukup untuk melepaskan penat. Melapaskan rasa letih dan menikmati suasana sore dan malam hari di kota kecil ini.”
Ia pun mengajak semua pihak, masyarakat Manggarai agar bersama pemda Manggarai mendukung penuh penataan Kota Ruteng menjadi semakin sempurna.
“Saya mengajak kita semua, memohon dukungan dan doa dari kita semua supaya apa yang kita mulai bersama hari ini dapat terselesaikan pada saatnya. Meskipun, selesai itupun sifatnya sementara. Karena masih akan ada lagi, akan ada lagi yang harus ditambahkan. Harus disempurnakan. Bagian siapapun itu nantinya, itulah tugas yang harus dilakukan supaya tempat ini, tempat bersejarah ini, natas labar Motang Rua menjadi ikon kota kecil ini.” Tutur Bupati Nabit.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







