Modus ‘Walid’ NTB Memperdaya 10 Santriwati: Disuruh Minum Ludah hingga Disetubuhi

Pelaku Mengakui, Mengaku Menyesal

Pada Kamis (24/4), Ahmad Faisal dihadirkan oleh Polresta Mataram. Kepada wartawan, ia mengakui perbuatannya dan mengaku menyesalinya.

“Pelecehan santriwati, persetubuhan badan dan pencabulan,” kata Ahmad.

Ia tidak ingat berapa jumlah korbannya. “Sepuluhan orang,” ujarnya.

“Menyesal,” kata Ahmad.

Ahmad pun menyebut bahwa apa yang ia lakukan adalah salah. “Tidak dibenarkan secara agama. Sejak 2015 sampai 2021,” katanya menjawab sudah berapa lama ia melakukan pencabulan dan pemerkosaan.

Siapa yang Ahmad incar?

“Tidak semua, tidak dipilih. Pada saatnya kadang-kadang tertuju ke seseorang,” katanya.
Ahmad pun menjelaskan soal modusnya itu.

“Secara sederhana, kalian (santriwati) bisa mendapatkan pasangan yang baik, mendapatkan keturunan yang baik,” kata Ahmad.

“Saya pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada santriwati yang menjadi korban. Saya akan menanggung segalanya yang telah menghancurkan segala-galanya, menghancurkan keluarga, menghancurkan hati masyarakat sekitar,” ujar Ahmad.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel