Cepat, Lugas dan Berimbang
https://funny-tooth.com/dFm.F/zmdsGsNbvYZeGvUA/yermT9vuDZdUWl/kiPmTlcgwNMTzwM_1WMFTPc/thNBzXAyz/Mvz/UWyXMDQk

Mengukur Baju Orang Lain dengan Ukuran Baju Sendiri

Sayangnya, masyarakat modern justru lebih menghargai kepastian daripada perenungan. Orang yang berbicara tegas sering dianggap lebih meyakinkan daripada mereka yang memilih berhati-hati dalam mengambil kesimpulan. Akibatnya, ruang publik dipenuhi suara-suara keras, tetapi miskin refleksi.

Padahal sejarah menunjukkan bahwa banyak kekeliruan sosial lahir dari keyakinan merasa paling benar. Ketika manusia kehilangan kemampuan untuk bercermin, ia mulai menjadikan orang lain sebagai objek pelampiasan penilaiannya. Dari situlah muncul kecenderungan untuk terus mengatur, menilai, bahkan merendahkan kehidupan sesama tanpa kesediaan memahami dirinya sendiri terlebih dahulu.

Mungkin karena itu, tantangan terbesar manusia hari ini bukanlah kekurangan informasi, melainkan kekurangan kesadaran diri. Kita terlalu sibuk membaca kehidupan orang lain, tetapi gagal membaca isi pikiran dan motif kita sendiri. Kita pandai menemukan kesalahan di luar diri, tetapi gagap ketika harus menghadapi kelemahan pribadi.

Pada akhirnya, kedewasaan tidak diukur dari seberapa sering seseorang mampu mengoreksi orang lain. Kedewasaan justru tampak dari keberanian untuk mengenali dirinya sendiri secara jujur. Sebab manusia yang mengenal dirinya tidak akan mudah terjebak menjadi hakim atas kehidupan sesama. Ia memahami bahwa hidup bukan sekadar perkara siapa yang paling benar, melainkan juga tentang siapa yang masih bersedia belajar memahami.

Barangkali di situlah warisan pemikiran Gus Dur menjadi penting untuk terus diingat bahwa kemanusiaan tidak tumbuh dari hasrat merasa paling suci, melainkan dari keberanian melihat manusia lain dengan hati yang lebih lapang.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN