Dr. sabina juga menjelaskan bahwa Ekraf yang sudah maju pesat dalam pelaksanaannya atas dasar kolaborasi pihak internal dan eksternal yang sudah terjalin tentu dapat mengedukasi mahasiswa untuk dapat menciptakan lapangan kerja sendiri sehingga mampu mandiri dalam ekonomi.
“Selaku Koordinator Pameran ekraf kali ini, saya berharap agar kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini tetapi akan terus berkelanjutan” harap Dr. Sabina.
Dodiardus Erong, Pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Unika Santo Paulus Ruteng saat disambangi oleh media ini mengatakan bahwa pameran Ekraf itu sangat berfaedah bagi mereka yang adalah mahasiswa dalam meningkatkan daya kreativitas mahasiswa.
“Kegiatan ini tentunya dapat membantu kami dalam meningkatkan daya kreativitas mahasiswa dalam menemukan inovasi produk jualan yang dijual pada saat ekraf berlangsung,” ungkap Dodiardus.
Dodiardus yang akrab disapa Dodi (ketua BEM FKIP) itu menaruh harapannya melalui media ini agar kiranya kegiatan pameran Ekraf seperti itu dapat dilakukan setiap tahun.
“Saya berharap agar Ekraf ini dilakukan setiap tahun karena event seperti ini menjadi suatu moment pengembangan bakat, kreativitas, inovasi bagi mahasiswa dan bukan hanya sekadar, acara hura-hura,” tutup Dodi.
Sementara itu, Dr. Fransiskus Sawan, Wakil Rektor 3 dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pameran Ekraf itu terselenggara sebagai bentuk kolaborasi nyata yang baik dari berbagai pihak yang terlibat.
Dr. Frans mengapresiasi kerja keras, kerja cerdas, dan Kerjasama yang baik dari pihak Yaspar, semua Pimpinan Unika St. Paulus Ruteng, organisasi mahasiswa; BEM Universitas, BEM Fakultas, HMPS, UKM, Synergoi Paulus dan semua mahasiswa sangat kreatif menyiapkan kegiatan ekonomi kreatif dan pentas seni itu.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











