Meskipun Kabupaten Manggarai memimpin dari sisi persentase kabupaten, pemerintah terus mendorong agar sisa dana yang ada dapat dioptimalkan secara cermat dan akuntabel guna mempercepat pemulihan infrastruktur serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat di masa tanggap darurat ini.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat mengunjungi kabupaten Manggarai pada Kamis (10/09/2026) membeberkan beberapa kendala utama di lapangan yang membuat pemerintah daerah (Pemda) kesulitan membelanjakan dana tersebut dengan cepat.
Kendala pertama berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan dan minum. Tingginya aliran bantuan yang masuk dari berbagai kementerian, lembaga, serta pihak swasta membuat stok logistik di gudang BPBD masih sangat mencukupi, sehingga Pemda agak kesulitan untuk membelanjakan anggaran pada sektor tersebut.
Kondisi serupa juga terjadi pada sektor kesehatan. Dukungan medis dari Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dinilai sudah sangat luar biasa, yang pada akhirnya membuat alokasi belanja kesehatan belum banyak terserap.
Selain itu, pemenuhan kebutuhan krusial lainnya seperti tenda pengungsian dan selimut juga terhambat oleh ketersediaan barang. Pemerintah daerah tidak bisa langsung mengeksekusi pembelian karena stok barang tersebut tidak tersedia di dalam wilayah NTT dan harus didatangkan dari luar daerah.
Selain persoalan serapan belanja logistik, Gubernur juga merespons desakan dari sebagian masyarakat yang meminta bantuan tunai sebesar Rp1 juta per keluarga untuk membangun hunian sementara (huntara) secara swadaya atau darurat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











