Cepat, Lugas dan Berimbang

Mama Flo Berteman dengan Papagomys Armandvillei di Liang Bua

Homo Floresiensis mungkin mengunyah lebih efisien karena telah mengolah makanannya. (National Geographic Society/ Peter Schouten/ via Live Science)

Masih sedikit penjelasan tentang bangau raksasa ini. Tetapi beberapa ahli menduga kemungkinan burung besar ini dan burung Nasar saling berebut makanan anak Stegodon yang masih muda. Persaingan mereka juga harus menghadapi hewan predator lainnya seperti komodo dan Mama Flo.

“Namun asumsi dan pendapat yang masih terlalu dini ini perlu ada kajian lebih mendalam lagi melalu bukti-bukti temuan baru,” ia berpendapat.

Komodo

Mama Flo
Komodo sudah ada lama di Flores dan sempat hidup berdampingan dengan Homo floresiensis. (Ringo_Wong_hkherper/Getty Images/iStockphoto)

Siapa yang tidak kenal dengan komodo, hewan ini memang sudah menjadi endemik Pulau Flores, Pulau Rinca, Pulau Gili Motang, dan sekitarnya. Kadal ini pernah hidup sezaman dengan Mama Flo lewat keberadaan kerangkanya di Liang Bua.

Hewan karnivora itu sering menyasar hewan-hewan lainnya seperti rusa, babi, kerbau, dan kuda. Terkadang, mereka menjadi kanibal dengan memakan yang lebih muda atau anaknya sendiri.

“Air liur Komodo sangat beracun dan mengandung bakteri yang bisa langsung menghambat pembekuan darah, sehingga korban akan cepat lemas karena banyak kehilangan darah,” pungkasnya. (Afkar Aristoteles Mukhaer/iP)

Tulisan ini sudah tayang di Nationalgeographic.grid.id dengan judul “Apa Saja Satwa yang Menemani Homo floresiensis di Sekitar Liang Bua?”

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN