Gajah Purba (Stegodon)
Hewan besar yang sudah punah 100.000 tahun silam ini, awalnya diketahui hidup di Jawa sejak 1 juta tahun lalu. Tetapi ditemukan tulang-belulangnya dalam penggalian di Liang Bua yang ukurannya sebesar kerbau. Perkiraanya memiliki berat 650 kilogram, dan oleh para peneliti memberi nama lain Stegodon florensis insularis.
“Hasil analisis yang dilakukan dua pakar paleontologi (Dr Gert van den Bergh dan Rokus Due Awe) terhadap sisa-sisa tulang Stegodon Liang Bua menunjukkan bahwa lebih dari 100 individu yang ditemukan situs ini,” ungkap Jatmiko dalam buku tersebut.

Penemuan Stegodon florensis sebenarnya sudah pernah ada di tempat lain, seperti Situs Matamenge dan Ola Bula (Cekungan Soa, Flores Tengah) yang berasal dari 840.000 tahun. Sementara di Liang Bua isinya lebih banyak Stegodon berusia anak-anak, bahkan bayi, berdasarkan temuan gigi susu.
“Keberadaan temuan sisa-sisa tulang Stegodon di Liang Bua ternyata menjadi problem yang sangat menarik. Terutama bagi kalangan ilmuwan yang berkecimpung dalam bidang paleontologi. Karena seperti kita ketahui bahwa binatang ini bukan (yang terbiasa hidup) di dalam gua tapi di daerah padang savana (open site),” lanjutnya.
Para peneliti curiga bahwa Stegodon di situs ini sebenarnya adalah korban buruan Homo floresiensis, dengan membawanya ke gua dan mengkonsumsi dagingnya. Sebab, dalam penggalian, tulang itu berserakan dengan alat-alat serpih batu.
Bangau Raksasa

Para ilmuwan merasa bingung dengan kehadiran fosil bangau raksasa (Giant Marabao stork) di Situs Liang Bua. Soalnya, hewan dengan tinggi dua meter ini hanya hidup di Afrika, tetapi mengapa bisa ada di sini?
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







