Berita  

KPU Tetapkan DPT Pemilu 2024, 56 Persen Pemilih Ada di Pulau Jawa

”Perlu dipikirkan strategi yang serius untuk mendapatkan simpati dan perhatian dari pemilih muda,” kata Aditya.

Saran perbaikan

Penetapan DPT sempat diwarnai sejumlah catatan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, mengatakan, dari 48 saran perbaikan, masih ada 14 saran perbaikan yang belum tuntas ditindaklanjuti KPU. Bawaslu sempat meminta agar penetapan DPT disertai catatan, tetapi KPU tetap menetapkan DPT karena merasa sudah menindaklanjuti seluruh saran perbaikan dari Bawaslu.

Menurut Lolly, pengawasan terhadap DPT sangat penting karena berkaitan dengan hak konstitusi warga negara. Pencatatan dalam DPT diperlukan agar seluruh warga negara yang telah memiliki hak pilih bisa menggunakan hak pilihnya. Oleh karena itu, meski hanya satu warga negara yang tidak masuk DPT, ia harus tetap diperjuangkan.

Adapun beberapa saran perbaikan yang diklaim Bawaslu belum selesai ditindaklanjuti adalah penghapusan nama pemilih ganda di Sulawesi Selatan, pemilih yang meninggal di DKI Jakarta, serta TNI/Polri yang pensiun menjelang pemungutan suara, tetapi dihilangkan dari DPT. Sebagian tindak lanjut belum selesai karena masih berproses di lembaga lain, seperti dinas kependudukan dan pencatatan sipil terkait dokumen kependudukan.

”Pemilih yang memenuhi syarat, tetapi tidak masuk dalam DPT nanti diberi kesempatan untuk masuk dalam daftar pemilih khusus,” kata Ketua KPU Hasyim Asy’ari.

Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta menilai, proses penetapan DPT cenderung senyap. Tidak banyak masukan yang disampaikan Bawaslu, kementerian/ lembaga, ataupun pengawas pemilu karena akses pengawasan terhadap data pemilih sangat terbatas. Padahal, pemenuhan hak pilih menjadi sangat penting dan memerlukan partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan pemilu. ”Penyusunan DPT memang menggunakan sistem informasi, tetapi justru keterbukaan kepada publik rendah sehingga partisipasi kurang terlihat. Ruang partisipasi publik akhirnya hampir kosong dan cenderung silent,” tutur Kaka.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel