Rikhard Urut pada kesempatan itu, kepada para peserta menegaskan untuk bijaksana dalam mengelola keuangan keluarga. Tujuan keuangan kita semakin banyak saat ini. Tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan Pokok (primer) dan Sekunder saja. Tetapi, pada beberapa tahun terakhir yang tampaknya semakin besar dari segi nilai rupiah yang dikeluarkan dari setiap “dompet” keluarga adalah untuk urusan sosial kemasyarakatan.

Misalnya pesta sekolah untuk pengumpulan dana pendidikan, urusan adat, pengumpulan dana untuk pernikahan dan acara sambut baru. Implikasi dari realitas sosial ini adalah tidak sedikit kasus di mana keluarga terjebak pada pinjaman yang berbunga tinggi, terlilit utang. Dan, akhirnya ada yang gadai atau menjual tanah bahkan situasi ini memicu terjadinya kekerasan fisik dan verbal dalam keluarga, korban dan pelakunya bisa isteri, bisa juga suami.
Belajar dari situasi ini, maka para peserta diingatkan atau disadarkan agar berpikir porduktif. Yakni untuk mengupayakan peningkatan penghasilan, berinvestasi, berbisnis mengembangkan UMKM dan jangan lupa menabung sebagai wujud dari kebijaksanaan dalam mengelola keuangan.
Novita Rusilia Tama, salah satu peserta kursus kepada media berpendapat bahwa materi kursus sesuai dengan harapan dia dan pasangannya. Bagi kami, ungkapnya, materi-materi kursus sangat penting dan berarti sebagai acuan, inspirasi, dan motivasi dalam membangun keluarga. Di antaranya membicarakan Kesehatan, Cara berkomunikasi dalam keluarga. Kemudian, makna Perkawinan menurut ajaran gereja Katolik /adat Manggarai dan tata kelola ekonomi keluarga/melek keuangan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







