Konsep Bourdieu untuk Pendidikan Bagi yang Terpinggirkan

Anak-anak tersebut mesti diperlakukan secara khusus agar mereka bisa tumbuh kembang dan dapat mengejar ketertinggalan pendidikan berkualitas.

Kebijakan Beasiswa

Misalnya kebijakan penerima beasiswa study S1 sampai S3, program LPDP, jangan dibuat syarat utamanya nilai ijazah atau IPK dan kemampuan bahasa asing. Jangan itu jadi syarat lolos.

Harus ditemukan syarat lain, misalnya mereka yang tinggal tinggal di luar Jawa, sudah melakukan kerja-kerja kemanusiaan untuk melakukan perubahan di level komunitasnya. Tetapi tidak punya atau rendah kemampuan berbahasa asing atau kemampuan analisis kritisnya. Individu ini yang mesti ditemukan.

Kalau misalnya standard study S2 di luar negeri membutuhkan waktu 2 tahun, maka bagi komunitas marginal ditambah waktu 1-2 tahun lagi untuk persiapan study nya. Mulai memperkuat bahasa asing maupun analisis kritis dalam memahami pengetahuan.

Tawaran Bourdieu dalam Konteks Pendidikan

Jika itu bisa diterapkan, maka akan memperkecil kesenjangan ekonomi-sosial bagi mereka yang terpinggirkan.

Kira-kira itulah salah satu konsep yang ditawarkan oleh Bourdieu dalam konteks pendidikan Pedagogi untuk mengurangi kesenjangan sosial dalam pendidikan di masyarakat.

Tantangan operasionalnya dari konsep pendidikan ini, membutuhkan anggaran besar, waktu lebih lama, dan tantangan menemukan calon-calon peserta didik yang tepat sasaran.

*Hartoyo, alumni CRCS UGM Yogyakarta

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel