Kisah Sedih nan Ceriah di Kota Filipi

Sungguh, dalam kisah-kisah nyata keseharian yang dialami, serasa sulit untuk hadapi alam kegalauan hati dan penderitaan dalam keteduhan batin. Yang dialami Paulus dan Silas adalah bahwa mereka diperlakukan sebagai ‘tahanan fisik karena ketidaksukaan, kebencian, pengasingan, ketidakpedulian, penghinaan, serta aneka tekanan dan kekerasan.’ Namun, keagungan hati mereka tetap teguh, untuk memperlakukan si Kepala Penjara sebagai “tawanan Kasih Yesus sendiri.”

Di atas segalanya, yakinlah bahwa Paulus dan Silas, dalam situasi teramat berat dan sulit sekalipun, berduanya tetap teguh di dalam IMAN akan Yesus. Kaum yang sungguh beriman itu tetaplah bertahan di dalam keyakinan teramat dalam bahwa, “sekalipun kisah rohani lahiriahku dalam doa, sedekah dan dalam puasa terancam dan dilindastindas, imanku tak pernah pudar apalagi bahwa iman itu mesti senyap.” Sebaliknya?

Sekian banyak orang, bisa saja terjadi, nampak sekian royal dalam doa-doa hingar bingar penuh heboh, dalam sedekah yang mesti diproklamasikan, dan dalam puasa yang dibikin berubah air muka dan suasana sekian ‘mencekam’ agar diakui dan dihormati bahwa sedang berpuasa, toh sebenarnya semuanya lagi mempertontonkan alam inflasi dan abrasi iman yang tergerus (cf Matius 6:1-18).

Dalam Kisah Paulus dan Silas di kota Filipi telah terbit harapan bahwa dalam tekanan dan penuh tantangan tetap terdapat kuasa Tuhan yang membawa kecerahan….

Verbo Dei Amorem Spiranti
Collegio San Pietro Roma – Italia

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel