Kisah Remaja Putri di Sikka Terjun ke Dunia Prostitusi Usai Orang tua Pisah, BO via WA

Berbeda dengan VOS yang sudah lama, AAS dan LTN baru dua tahun membuka praktek lendir via aplikasi WhatsApp. Keduanya mematok harga cukup rendah dibandingkan VOS. Yang satunya sebesar Rp150 ribu dan lainnya hanya Rp70 ribu sekali kencan.

Kepala Seksi Pengawasan, Pembinaan dan Penyuluhan Bidang Penegakan UU Daerah Satpol PP Sikka, Yosep Nong mengatakan pihaknya mengamankan ketiganya saat hendak melakukan prostitusi online di sebuah kamar hotel bersama pria hidung belang.

“Kita lakukan razia dan dapatkan mereka di kamar hotel Nusra. Ketiganya terlibat prostitusi online,” ujarnya.

Menurut dia, ketiga remaja itu merupakan pemain lama yang pada tahun sebelumnya pernah terjaring razia yang sama. Saat itu ketiganya membuat surat pernyataan untuk tidak lagi melakukan hal serupa. Namun mereka tetap berani beroperasi.

“Ini pemain lama, sudah dibina tapi ternyata beroperasi lagi,” tukasnya.

Yosep menjelaskan telah pulangkan ketiga remaja tersebut ke rumah orang tua mereka masing-masing setelah lakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan.

Kepada ketiga remaja tersebut, dia berpesan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kita minta mereka hadirkan orang tuanya, tapi mereka menolak. Akhirnya kita pulangkan antar ke tempat mereka,” katanya.***

Laman: 1 2

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses