Tag: Sikka

  • Sosok Suster Ika SSpS Dipuji Dedi Mulyadi, Biarawati Penyelamat 13 Korban TPPO asal Jawa Barat

    Sosok Suster Ika SSpS Dipuji Dedi Mulyadi, Biarawati Penyelamat 13 Korban TPPO asal Jawa Barat

    Sikka, infopertama.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memuji sosok Suster Ika yang menyelamatkan 13 korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Jawa Barat di NTT.

    Diberitakan sebelumnya, kasus 13 perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan.

    Para korban TPPO itu direkrut setelah ditawari pekerjaan dijanjikan gaji Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per bulan, mendapatkan tempat tinggal hingga fasilitas gratis.

    Namun setibanya di tempat pekerjaan, janji tersebut ternyata tak sesuai kenyataan.

    Mereka dipaksa bekerja di luar kontrak, diminta membayar mes, makan hanya sekali sehari dan tidak diperbolehkan keluar dari area pub (tempat hiburan).

    Para korban juga dipaksa bekerja hingga mengalami kekerasan seksual. Jika tak melayani tamu mereka bisa didenda Rp2,5 juta hingga Rp5 juta.

    Merasa tertipu dan depresi dengan tekanan pekerjaan itu, akhirnya salah satu korban mengadu dengan meminta bantuan kepada Suster Ika yang merupakan Ketua Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F).

    TRUK-F sendiri merupakan lembaga advokasi Gereja Katolik yang fokus memberikan perlindungan dan bantuan bagi korban kekerasan.

    Tak lama setelah mencuat ke publik, kini kasus tersebut langsung ditangani Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

    Dedi Mulyadi sempat berkoordinasi dengan Suster Ika, seorang Biarawati yang menyelamatkan 13 warga Jawa Barat tersebut.

    Bahkan baru-baru ini, Dedi Mulyadi terbang ke NTT untuk bertemu dengan Suster Ika dan warganya yang jadi korban TPPO itu.

    Laman: 1 2

  • Polisi Cabul di Sikka NTT akan Jalani Sidang Etik Usai Melecehkan Anak

    infopertama.com – Eks Kepala Pos Polisi (Kapospol) Permaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) Ajun Inspektur Dua (Aipda) Ihwanudin Ibrahim akan menjalani sidang etik atas dugaan pelecehan seksual anak. Polisi itu telah dicopot dari jabatannya karena pamer kelamin terhadap anak berusia 15 tahun dan mengajaknya berhubungan seks

    “Kalau untuk Sidang Kode Etik dalam waktu dekat ini. Tanggal dan waktunya belum diinformasikan dari Profesi dan Pengamanan (Propam),” ucap Kepala Seksi Humas Polres Sikka Inspektur Satu (Iptu) Yermi Soludale, mengutip Tempo, Kamis, 3 April 2025.

    Pada saat ini, Aipda Ihwanudin mendapat sanksi penempatan khusus (patsus) di Polres Sikka sebelum sidang etik. Ihwanudin juga telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapospol Desa Permaan di Kabupaten Sikka.

    Yermi mengatakan, Ihwanudin diduga melecehkan korban berinisial U pada Agustus 2024. Anak 15 tahun itu bekerja di rumah Ihwanudin sebagai penjaga toko.

    Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan bahwa pelecehan itu terjadi saat terduga pelaku dan korban berkomunikasi melalui video call. “(Yang bersangkutan) cukup bukti melakukan video call dan menunjukkan alat kelaminnya serta mengajak berhubungan badan dengan saudari U yang masih di bawah umur,” kata Yermi.

    Ihwanudin juga diduga melakukan pelecehan kepada anak berinisial AF pada November 2024. AF tinggal bersama dengan kakek dan neneknya. Yermi mengatakan, Ihwanudin bersama istrinya datang ke warung kakek AF dan menyuruh keduanya untuk menasihati cucu mereka.

    Laman: 1 2 3

  • Polisi di Sikka Diduga Cabuli 2 Gadis, Salah Satu Korban Tewas Bakar Diri karena Takut Diancam

    Polisi di Sikka Diduga Cabuli 2 Gadis, Salah Satu Korban Tewas Bakar Diri karena Takut Diancam

    Maumere, infopertama.com – Oknum Polisi Aipda IW, anggota Polres Sikka yang menjabat sebagai Kapospol Parumaan, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT, diperiksa Propam Polres Sikka. IW diduga melakukan pencabulan terhadap dua anak perempuan berusia belasan tahun.

    Korban pertama masih duduk di bangku SMP. Awalnya IW meminta nomor telepon korban saat korban sedang membantu istri IW menjaga kios. Peristiwa ini terjadi pada 2024 lalu.

    Setelah mendapatkan nomor tersebut, IW mulai menghubungi korban melalui aplikasi Messenger dan melakukan panggilan video call.

    Dalam beberapa panggilan, IW diduga memamerkan “kemaluannya” serta mengajak korban untuk berhubungan badan dengan iming-iming uang sebesar Rp1 juta.

    Korban yang merasa ketakutan sempat mematikan ponselnya setiap kali IW melakukan panggilan. Namun, polisi di Sikka ini terus mengulangi perbuatannya. Korban juga telah mengingatkan oknum polisi itu karena telah memiliki istri, tetapi peringatan tersebut tidak diindahkan oleh pelaku.

    Perbuatan IW akhirnya diketahui oleh teman korban berinisial W. Merasa tidak nyaman dan terganggu, korban kemudian mengambil tangkapan layar (screenshot) dari salah satu panggilan video tersebut sebagai bukti.

    Selain melalui video call, IW juga diduga melakukan kontak fisik dengan korban saat korban membantu menjaga kios milik istrinya. Korban mengaku bahwa IW pernah meremas tangannya, yang semakin membuatnya merasa tidak aman.

    Upaya Mediasi

    Setelah kejadian ini terungkap, istri IW mendatangi rumah korban untuk meminta maaf dan meminta agar bukti tangkapan layar dari panggilan video dihapus. Orang tua korban sempat menerima permintaan maaf tersebut, tetapi korban tetap melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

    Laman: 1 2 3 4

  • Kisah Remaja Putri di Sikka Terjun ke Dunia Prostitusi Usai Orang tua Pisah, BO via WA

    Sikka, infopertama.com – Seorang remaja putri dengan latar belakang keluarga yang broken home di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, terpaksa terjun ke dunia prostitusi.

    Remaja putri 22 tahun berinisial VOS di Sikka ini membuka layanan kencan online melalui WhatsApp karena pacar sering minta jatah.

    Hal itu terungkap setelah Satpol PP Sikka mengamankannya di sebuah kamar hotel di pinggiran Kota Maumere, Jumat (12/4) malam.

    VOS mengakud mematok harga sebesar Rp500 ribu untuk sekali kencan. Dalam sebulan, dia bisa meraup penghasilan Rp15 juta dari praktik prostitusi online yang ia buka via aplikasi WhatsApp. Uang itu ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga beberapa adiknya.

    Menurut pengakuan VOS, ia berasal dari kecamatan Paga, wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ende di bagian barat.

    Orangtuanya sudah berpisah dan kini hidup bersama ayah dan ibu tirinya.

    Karena ekonomi yang sulit, VOS membulatkan niatnya untuk mencoba peruntungan di dunia prostitusi.

    “Orang tua pisah, saya hidup dengan ayah dan ibu tiri,” kisahnya.

    VOS mengaku sudah menjalani kegiatan prostitusi online selama empat tahun.

    Dia mengatakan mau terjun ke dunia prostitusi karena bosan dengan pacarnya yang sering meminta jatah setiap pulang mabuk moke dengan teman-temannya.

    “Kami tidak pakai aplikasi MiChat seperti kebanyakan, cuma via WhatsApp,” katanya.

    VOS diamankan Satpol PP Sikka bersama kedua rekannya yang sama-sama terjun ke dunia prostitusi online. Mereka adalah  AAS (19) dan LTN (19). AAS warga Alok Barat dan LTN dari Kecamatan Kangae.

    Laman: 1 2

  • Komuni Pertama Serentak Keuskupan Maumere, Mama-Mama Ingatkan Akan Ada Penyusup

    Maumere, infopertama.comKeuskupan Maumere mengagendakan menyelenggarakan Perayaan Komuni Pertama secara serentak pada Minggu (11/6/2023).

    Secara keseluruhan anak yang menerima Komuni Pertama pada Minggu (11/6/2023), berjumlah 5.858 orang.

    Sekretaris Uskup Maumere RD. Ephyvanus Markus Nale Rimo menjelaskan, total penerima Komuni Pertama serentak pada Minggu (11/6/2023) sebanyak 5.858 anak.

    Mereka semua, kata Romo Ephy, berasal dari 37 dari total 39 Paroki di Keuskupan Maumere minus Paroki Lei dan Paroki Wairpelit yang ditunda pelaksanaannya tahun depan.

    “Jumlah penerima komuni pertama serentak sebanyak 5.858 anak,” katanya melansir Florespos.net.

    Romo Ephy merincikan anak yang menerima komuni pertama yang tersebar pada 37 paroki di Keuskupan Maumere plus SLB Alma.

    Prioritaskan Kebutuhan Anak-Anak

    Uskup Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu yang dihubungi terpisah mengatakan, hal yang diharapkan dari pelaksanaan Komuni Pertama serentak itu agar biaya yang digunakan kegiatan pesta dihemat untuk kebutuhan anak-anak di kemudian hari.

    “Kita tak melarang untuk mensyukuri anugerah yang diterima anak-anak kita, tapi perayaan yang melebihi kemampuan yang kemudian menyebabkan beban hutang itu yang perlu dihindari, sementara itu perayaan apa saja perlu diperhatikan.”

    “Karena sesuai apa yang kita rekam, pendapat umat tentang pesta pora dalam Sinode dan jadi rencana kita untuk menghindari pesta pora,” katanya.

    “Sementara itu, bukan saja kita mampu sehingga kita sesuka hati buat pesta tapi kita harus hidupi sikap solidaritas di antara kita, prihatin dan membantu sesama yang berkekurangan,” kata Uskup Ewald.

    Laman: 1 2

  • Diduga Stres Hendak Ditahan Kasus Pencabulan Pria di Sikka Potong Kemaluan Sendiri

    Sikka, infopertama.com – Polisi berhasil mengungkap fakta pria di Sikka, NTT yang memotong alat kelaminnya sendiri. Pria di Maumere, kabupaten Sikka berinisial YDB (33) yang memotong alat kelaminnya sendiri ini menyimpan potongan kelaminnya itu di dalam stoples.

    “Ya, habis potong mungkin simpan di stoples. Habis itu baru masuk di kamar mandi,” kata Kapolsek Bola Iptu Muhamadong Said melansir dari detikBali, Minggu (12/2/2023).

    Beberapa saat kemudian, YDB ambruk. Darah mengalir deras dari kelaminnya.

    “Tadi ada di keluarganya, tetapi waktu anggota saya ke sana yang dilihat hanya baju sama parang, anggota cari-cari itu barang (potongan kelamin) tidak ketemu di situ ternyata itu yang punya itu mungkin waktu dia potong langsung dia simpan di stoples,” ujar Muhamadong.

    YDB memotong kelaminnya persis pada pangkalnya. Aksi nekat itu YDB lakukan dengan menggunakan parang.

    “Yang terpotong dia punya kemaluan, tetapi dia punya biji masih ada,” ungkap Muhamadong.

    YBD yang sudah beristri ini nekat memotong alat kelaminnya diduga karena stres lantaran tersangkut kasus pencabulan anak di bawah umur. Polisi berencana menahan YBD terkait kasus pencabulan tersebut pada Senin (13/2/2023).

    “Mungkin dia rasa bagaimana ya akhirnya dia buat seperti itu (potong alat kelamin). Pasti dengan kasus itu dia stress,” kata Muhammadong.

    Menurut Muhamadong, korban pencabulan tersebut masih memiliki hubungan keluarga dengan YBD. Orang tua korban melaporkan YBD ke Polres Sikka beberapa hari lalu. “Masih keluarga, keponakan atau apa,” ungkap Muhamadong.

    Laman: 1 2

  • Jaga Mata Air, Mahasiswa KKN-MM UNIPA Lakukan Penamaman Bambu

    Maumere, infopertama.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mahasiwa Mandiri (KKN-MM) Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Indonesia berhasil melaksanakan salah satu program kegiatan yakni reboisasi di sekitar mata air dan beberapa lahan warga di Desa Detubinga, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Sabtu (2/07/2022).

    Mahasiswa KKN-MM UNIPA menanam bibit bambu yang berjumlah kurang lebih 1000 pohon. Mereka juga menditribuskan bibit bambu ini ke semua dusun, di desa detubinga untuk ditanami di lahan warga yang membutuhkan.

    Pemilihan Bambu ini dinilai karena kemampuannya untuk mengikat air dengan jumlah lebih banyak.

    Kanisius Kani ketua kelompok Mahasiswa KKN-MM UNIPA Indonesia desa Detubinga kepada media menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk menanggulangi krisis air di desa Detubinga.

    “Sumber air ada, debit air kecil, sehingga tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan air masyarakat di desa. Beberapa rumah tidak dapat mengakses air yang ada. Hal ini karena air tidak mampu mengalir sampai ke beberapa rumah karena debit air kecil. Sehingga dengan penanaman bambu ini bisa mengikat air lebih banyak, dan meningkatkan debit air, agar semua masyarakat desa menikmatinya.”

    Kani yang juga Putra asli desa Detubinga, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Sikka, yang sudah mau bekerja sama dengan menyumbangkan bibit bambu melalui mahasiswa KKN – MM Unipa Indonesia.

    Dalam penamaan bibit bambu di sekitaran mata air ini, lanjut Kani, melibatkan pemuda sekitar, bapa dusun Nuaria, dan kepala desa.

    Jelli, salasatu pemuda desa Detubinga, menyampaikan, “Kegiatan ini sangat bagus, melindungi hutan, dan juga untuk dapat meningkatkan debit air dan semoga bambu yang ditanam tumbuh dengan baik.”

    Sementara itu Kepala Dusun Nuaria Vinsensius Ngese ketika mintai tangapannya menuturkan bawah ia sangat mendukung. Dan, mengapresiasi program mahasiswa KKN-MM UNIPA, yang melakukan reboisasi di sekitar mata air.

    “Perosalan mata air kami di sini pada musim kemarau menyurut, dengan penanaman bambu ini sangat bagus, untuk kebdepannya.”

    Tak lupa, ia mengucapkan terimakasih kasih kepada mahasiswa KKN-MM UNIPA Desa Detubing. Sembari berharap KKN yang masih menyisakan beberapa hari, dapat membawa perubahan banyak di desanya.

    Laman: 1 2