Karenanya, jelas Goris Sahdan meminjam pandangan Max Weber bahwa “Negara merupakan satu-satunya organisasi yang dapat melakukan monopoli tindakan kekerasan bagi masyarakat. Dalam kasus Klitih, negara mestinya melakukan tindakan “pemaksaan” terhadap pelaku kekerasan klitih.
Solusi Untuk Mengatasi Klitih
Mengakhiri pemaparannya, Doktor Goris Sahdan asal Cibal Barat – Manggarai ini menawarkan beberapa solusi, tetapi bukan pembangunan Manusia atau IPM. Hal itu beralasan sebab jika dilihat dari data IPD di DIY tahun 2024 sangat tinggi. Pada data tersebut, IPM DIY berada di atas rerata Nasional, Indonesia pada angka 75.02. Kecuali IPM kabupaten Gunung Kidul yang berada pada 72,14.
Untuk mengatasi klitih di DIY, menurut Goris Sahdan yakni soal tingkat ketimpangan ekonomi di DIY sangat tinggi daripada ketipangan ekonomi nasional tahun 2024.
Pada September 2024, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan gini ratio adalah sebesar 0,381.
Selain itu, juga memperkuat integrasi sosial dalam masyarakat, supaya yang kaya membantu yang miskin dan yang miskin menghargai yang kaya.
Bagaimana melakukannya? Dengan pendidikan demokrasi dan pendidikan politik yang terus menerus kepada generasi muda.
Goris Sahdan menambahkan bahwa pelajar adalah pintu terdepan dalam menjaga imajinasi publik terkait dengan DIY sebagai kota pelajar, kota wisata, kota toleran dan kota yang nyaman bagi semua warga negara yang datang dari seluruh Indonesia dan bahkan dari seluruh dunia.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






