Untuk Randublatung – Getas tembus batas Ngawi, kemarin saya langsung telpon Pak Pratikno Mensesneg, dan beliau langsung menghubungi Pak Basuki Menteri PUPR.
“InsyaAllah akan masuk prioritas Inpres jalan tahap selanjutnya. Kami optimis tahun depan bisa dibangun,” tambah Bupati Arief.
Sementara itu, Kepala DPUPR Blora Ir. Samgautama Karnajaya M.T., menjelaskan, pihaknya atas dukungan Bupati telah mengajukan 5 ruas jalan kabupaten yang rusak agar dapat bantuan anggaran Inpres.
Yakni Temulus – Sumber, Wulung – Klatak, Randublatung – Getas batas Ngawi dan Cabak – Bleboh.
Namun pada tahap awal ini baru Temulus – Sumber dan Wulung – Klatak yang dsetujui senilai total Rp47 Miliar. Rinciannya untuk Wulung – Klatak, dengan panjang pekerjaan rigid 5.570 Meter x 6 Meter, 446 Meter x 4,5 Meter dan aspal 275 Meter x 4 Meter (oprit keluar masuk jembatan).
”Termasuk pekerjaan gorong-gorong (box culvert) ada 7 titik. Sedangkan Temulus – Sumber panjang pekerjaan rigid 4.413 Meter x 6 Meter, gorong-gorong (box culvert) ada 5 titik, dan U ditch (drainase ) 840 Meter,” jelas Samgautama didampingi PPKom Ditjen Bina Marga, Arif.
Muhtarom, salah satu warga Desa Temulus menyatakan bersyukur dan menyampaikan terimakasih atas bantuan pembangunan jalan di desanya tersebut.
Sudah lama sekali, sekitar 10 tahun belum tersentuh pembangunan, rusak parah. Alhamdulillah sekarang terealisasikan dengan Inpres.
“Terimakasih Pak Bupati, sudah diupayakan. Terimakasih Pak Presiden, Pak Menteri PUPR, Pak Mensesneg semoga bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya melansir infopublik.***
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







