Kembali Berulah, Tarsi Asong Diduga Skenariokan Kejahatan Baru

Bupati Harus Bijak

Sementara Gius, warga Desa Loce yang lulus tes aparat desa Loce dengan nilai 89 namun turunkan jadi 80 oleh Tarsius R. Asong agar tidak lulus, mengatakan, ada beberapa poin kritis terkait lambannya penyelesaian masalah pengangkatan perangkat Desa di Reok Barat.

Pertama, rekomendasi tanggal 15 Agustus tahun 2022 jelas-jelas bermasalah. Buktinya persoalannya sudah di take over sama Pemda Manggarai. Di mana dalam pernyataannya via media, Sekda Manggarai Fansy Jahang menjanjikan akan membentuk Tim Khusus yang di-SK-kan oleh Bupati untuk mengidentifikasi dan menginvestigasi persoalan ini. Lebih lanjut beliau mengatakan akan panggil Camat, Sekcam, dan semua Staf yang masuk dalam lingkaran kepanitiaan.

Baca juga: Sekda Fansy: Segera Periksa Camat dan Sekcam Reok Barat Soal Perekrutan Perangkat Desa

Pertanyaannya sederhana, “Apakah yang dijanjikan itu sudah direalisasikan atau tidak? Karena belum terealisasi kini Camat dan para kepala diduga buat scenario jahat.

Kedua, Gius dan teman-teman yang tidak diluluskan Camat Reok Barat tidak akan terima kalau akhir dari semua yang dijanjikan itu “bernuansa politik”. “Kalau keputusannya berujung fatal buat kami, kami tidak akan tinggal diam. Yang direkomendasikan Tarsi Asong tanggal 15 Agustus 2022 sangat jelas bermasalah. Kalau Bupati membenarkan itu, secara pribadi saya tidak akan terima. Saya akan duduk terus di Kantor Desa Loce sampai saya benar-benar mendapatkan keadilan dan kebenaran. Saya tidak peduli dan tidak takut saya akan berhadapan dengan siapa nantinya,” tegas Gius.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel