Istiqlal dan Ikhrar Kemerdekaan Kita

Sekiranya Sri Paus telah maklum bahwa Istiqlal, nama Rumah Sembahyang itu, berarti ‘kebebasan, lepas, atau pun kemerdekaan.’ Kita semua adalah anak-anak negeri, warga yang berdaulat dalam jiwa merdeka itu. Yang ‘lepas merdeka dalam forma dan isi pikiran nan cerah ceriah.’

Kita tak hidup dalam geram, amarah dan benci. Sebab, kita berikhtiar untuk sanggup saling genggam erat tangan. Dan atas nama kekitaan Indonesia, itu tak ‘bakal dilepaskan lagi. Sebab semuanya ingin ikatkan kekitaan itu dengan benang-benang kasih sayang.’

Kita semua adalah ‘warga istiqlal’ yang penuh tulus, ceriah dan spontan penuh lepas bebas ingin menyambut Paus Fransiskus. Dalam kehadiran Sri Paus di Istiqlal, kata-kata penuh harapan, bakal menjadi nyata. “Nampaknya mendung segera lewat. Matahari bersinar. Semuanya telah dirancang untuk menyambut kita.
Tersenyumlah mari tersenyum.
Hari ini milik kita….

Selamat Datang Paus Fransiskus, di bumi merdeka. Menyapa jiwa dan sirami hati kami dengan jiwa CINTA nan membara.
Semuanya demi ‘istiqlal ikhrar hati kami.’ Lepas, bebas, luas, lapang dan merdeka!

Verbo Dei Amorem Spiranti

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel