ISPA Dominasi Penyakit di Pengungsian, HEOC Waspadai Suspek Pertusis

Tenda Pengungsian di Wancang - Cibal (Foto: Bertyn WG)

Ruteng, infopertama.com – Ancaman kesehatan pascagempa Kabupaten Manggarai mulai bergeser dari penanganan korban trauma menuju pengendalian penyakit di lokasi pengungsian.

Data Posko Health Emergency Operations Center (HEOC) Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai hingga 29 Agustus 2026 mencatat ISPA/batuk menjadi penyakit terbanyak, dengan 4.963 kasus.

Selain ISPA, tercatat 2.576 kasus hipertensi, 591 kasus trauma, 286 kasus diabetes, 235 kasus penyakit kulit serta 192 kasus diare. Terdapat pula 13 kasus TBC dan 124 kasus sesak.

Juru Bicara Posko HEOC Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Fransiskus Andriyani Djemahu, S.Farm., Apt., M.Pharm, mengatakan kondisi pengungsian menjadi salah satu faktor yang harus mendapatkan perhatian dalam pengendalian penyakit.

“Setelah bencana, konsentrasi masyarakat di pengungsian, kondisi lingkungan dan keterbatasan fasilitas dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Karena itu surveilans harus diperkuat,” ujar Fransiskus.

HEOC juga memberikan perhatian khusus terhadap dugaan pertusis di wilayah kerja Puskesmas Ketang. Kasus suspek ditemukan pada seorang bayi berusia tiga bulan yang tinggal di tenda pengungsian bersama dua keluarga lainnya di Desa Urang, Kecamatan Lelak. Dua balita lain di tenda yang sama juga terindikasi mengalami gejala serupa.

Tim Dinas Kesehatan bersama tim Field Epidemiology Training Program (FETP) UGM telah melakukan penyelidikan epidemiologi. Spesimen awal telah diambil dan penelusuran kontak dilanjutkan.

Dalam penelusuran kontak pada 29 Agustus, ditemukan 16 orang kontak erat. Sebanyak enam orang mengalami gejala demam, batuk dan pilek, sementara 10 lainnya tidak bergejala. Enam kontak yang mengalami gejala telah dilakukan pengambilan sampel swab nasofaring.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel